Breaking News:

Berita Slawi

UPDATE Covid-19 di Kabupaten Tegal, Sudah Hampir Sebulan Tak Ada Kasus Baru

Pandemi Covid-19 masih mengancam dan belum sepenuhnya hilang, malah mulai muncul beberapa varian baru yang juga membahayakan. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DESTA LEILA KARTIKA
Ilustrasi penanganan Covid-19 dengan melakukan tracing (swab) acak di sekolah-sekolah wilayah Kabupaten Tegal. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Pandemi Covid-19 masih mengancam dan belum sepenuhnya hilang, malah mulai muncul beberapa varian baru yang juga membahayakan. 


Namun jika membahas jumlah penularannya, mengalami penurunan yang cukup drastis khususnya di wilayah Kabupaten Tegal. 


Bahkan penurunan pasien positif Covid-19 baik yang isolasi mandiri (isoman) di rumah sakit atau di rumah masing-masing terjadi sejak November dan bertahan hingga saat ini. 


Sesuai update terakhir di laman covid19.tegalkab.go.id pada Minggu (5/12/2021), jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 13.449 kasus. 


Dari jumlah 13.449 kasus tersebut yang sudah dinyatakan sembuh ada 12.631 kasus, masih menjalankan isolasi mandiri 2 kasus, masih dirawat 0 kasus, dan meninggal dunia 816 kasus. 


"Alhamdulillah untuk di Kabupaten Tegal sendiri sudah hampir sebulan ini tidak ada kasus baru positif Covid-19, baik yang ditemukan ataupun dirawat di rumah sakit," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji, pada Tribunjateng.com.


Sementara itu, untuk jumlah kasus Suspec Covid-19 di Kabupaten Tegal pada Minggu (5/12/2021) sebanyak 4.457 kasus.


Dari jumlah 4.457 kasus tersebut rinciannya yang sudah dinyatakan sembuh ada 4.264 kasus, masih menjalani isoman ada 0 kasus, masih dirawat 0 kasus, dan meninggal dunia ada 193 kasus.


Sedangkan untuk kasus Probable di Kabupaten Tegal saat ini ada 67 kasus.


Rinciannya yang sudah dinyatakan sembuh ada 28 kasus, masih dirawat 0 kasus, dan meninggal dunia ada 39 kasus.


"PCR tetap kami lakukan (tes) baik yang dirawat, maupun rujukan dari dokter semisal ada pasien diduga terpapar Covid-19 maka langsung dilakukan swab, alhamdulillah semua hasilnya negatif," jelas Hendadi.


Tak lupa, pada kesempatan ini, Hendadi mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi dan menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes) 5M.


Prokes 5M yang dimaksud yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta
membatasi mobilisasi dan interaksi.


"Inilah kunci utama kita untuk bisa terhindar ataupun melawan pandemi Covid-19, terlebih sekarang ini juga bermunculan varian baru.

Selain itu diperkuat lagi dengan melaksanakan vaksin Covid-19," pesan Hendadi. 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved