Breaking News:

Opini

Opini Idham Cholid: Regenerasi Kepemimpinan NU, Jangan Setengah-setengah!

Opini Idham Cholid: Regenerasi Kepemimpinan di Tubuh NU, Jangan Setengah-setengah! muktamar ke 34 NU regenaris kader nu

Dok Pribadi
Idham Cholid, Kader NU & Alumni PMII, tinggal di Wonosobo. 

Idham Cholid | Kader NU dan Alumni PMII, tinggal di Kalisuren, Wonosobo

Belakangan, ada yang menyoal statemen KH Yahya Cholil Staquf. Gus Yahya --demikian Katib Aam PBNU itu biasa disapa-- menawarkan diri untuk maju dan dipilih menjadi Ketua Umum PBNU. Pernyataan itu dinilai telah meminta jabatan.

Sementara KH Said Aqil Siradj hanya menyatakan bahwa tiga periode tak diatur dalam AD ART, bukan pelanggaran. Pada kesempatan lain juga menyatakan, para kiai sepuh belum "tega" kepemimpinan diserahkan kepada yang muda.

Lalu, apa perbedaan dari pernyataan dua kandidat kuat Ketua Umum PBNU tersebut?

Jelas beda, kata teman saya. Gus Yahya lebih terbuka, simpel, lugas, dan tidak bertele-tele.

Sedang Kiai Said, katanya, karena mungkin faktor usia maka lebih "soft" saja. Selain dia memang guru besar tasawuf.

Namun, keduanya sama. Maksudnya, sama-sama "ingin" tampil sebagai Ketua Umum PBNU. Bedanya lagi, Gus Yahya sebagai "suksesor" jadi harus lebih proaktif, mungkin malah agresif melakukan "kampanye" agar lebih dikenal.

Sementara Kiai Said, karena petahana ya harus dengan strategi bertahan, mempertahankan apa yang ada. Ibaratnya, gak usah pakai kampanye, wong sudah dua periode koq.

Di situ saja masalahnya

Kedua tokoh kita itu juga sama-sama berkomitmen soal regenerasi. Jangan salah, Kiai Said tidak anti itu. Komitmennya, akan memasukkan kalangan muda dalam jajaran kepengurusannya nanti. Itulah regenerasi!

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved