Breaking News:

Berita Semarang

Puskampol Indonesia Desak Polri Hukum Berat Oknum Polisi Nakal: Rusak Citra Positif Kepolisian

Puskampol Indonesia Desak Polri Hukum Berat Oknum Polisi Nakal: Rusak Citra Positif Kepolisian

Penulis: iwan Arifianto | Editor: yayan isro roziki
Ilustrasi Grafis/Tribun-Video.com
Ilustrasi oknum anggota polisi. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Koordinator Pusat Kajian Militer dan Kepolisian (Puskampol) Indonesia, Andy Suryadi, mengaku prihatin terhadap sejumlah kasus maupun skandal yang melibatkan oknum anggota kepolisian. 

Seperti yang diketahui korps Bhayangkara tengah menjadi sorotan masyarakat akibat sejumlah oknum anggotanya menjadi pelaku atau terlibat kasus kriminal. 

Mulai dari anggota Brimob jualan rokok pemicu bentrok di Papua, polisi di Pati selingkuh dengan istri orang.

Sampai terbaru, polisi muda di Pasuruan diduga perkosa mahasiswi hingga berujung korban bunuh diri di pusara sang ayah. 

Hal itu bagi Andy sangat disayangkan lantaran rentetan kasus negatig ini menutup kerja keras polisi selama pandemi dua tahun terakhir. 

Menurutnya, polisi memiliki citra  positif selama pandemi, lantaran mereka mati-matian berjuang dari hulu sampai hilir mencegah penyebaran Covid-19, menyukseskan program vaksin, dan kontribusi lainnya. 

"Sayangnya adanya ulah beberapa oknum tersebut jadi tertutup aksi baik polisi. Sebaliknya yang muncul ke permukaan malah sisi buruknya," ungkapnya saat dihubungi Tribun-Pantura.com, Senin (6/12/2021).

Pengawasan internal Polri kurang

Ia menjelaskan, masih adanya ulah para oknum polisi tersebut dapat dikaji dari dua sisi yakni sisi lembaga dan oknum itu sendiri.

Dari sisi lembaga, lembaga kepolisian yang menjadi tumpuan besar bagi penegakan hukum di Indonesia. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved