Breaking News:

Kriminal dan Hukum

Jenderal TNI Tersangka Korupsi Tabungan Perumahan Prajurit Rp127 M, Kejagung Ungkap Kronologinya

Jenderal TNI Tersangka Korupsi Tabungan Perumahan Prajurit Militer Rp127,7 Miliar, Kejagung Ungkap Kronologi dan kasusnya. korupsi WP AD

net
Ilustrasi prajurit TNI. 

TRIBUN-PANTURA.COM, JAKARTA - Seorang jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) bintang satu, menjadi tersangka kasus korupsi tabungan perumahan militer, senilai Rp127,7 miliar.

Pengumuman penetapan jenderal TNI tersangka korupsi ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Diketahui, tersangka korupsi tabungan perumahan militer untuk prajurit Angkatan Darat (AD) itu adalah Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI YK.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Leonard mengatakan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer (Jampidmil) Kejagung telah menetapkan Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI YAK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD) periode 2013-2020.

Dituturkan, Brigjen YAK diduga menggunakan dana TWP AD untuk kepentingan pribadi.

Menurut Leonard, Brigjen YAK selaku Direktur Keuangan TWP AD sejak Maret 2019 itu diduga mengeluarkan uang Rp127.736.000.000 dari rekening TWP AD ke rekening pribadi.

Kemudian, YAK mengirimkan uang tersebut kepada pihak swasta yang berinisial NPP selaku Direktur Utama PT Griya Sari Harta (GHS) yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Saat itu, kata Leonard, YAK berdalih uang tersebut untuk pengadaan kavling perumahan bagi prajurit TNI AD.

"Selanjutnya tersangka menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi," ujar Leonard, dalam konferensi pers secara daring, Jumat (10/12/2021). 

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved