Breaking News:

Berita Batang

DWP Batang Sosialisasi Peran Penting Perempuan Cegah Pernikahan Dini

Dalam upaya membangun ketahanan perempuan Indonesia Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Batang menggelar sosialiasi peran

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
IST
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Batang menggelar sosialiasi peran penting perempuan untuk mencegah adanya pernikahan dini dan perceraian muda di Aula Bupati, Kabupaten Batang, Senin (13/12/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Dalam upaya membangun ketahanan perempuan Indonesia Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Batang menggelar sosialiasi peran penting perempuan untuk mencegah adanya pernikahan dini dan perceraian muda di Aula Bupati, Kabupaten Batang, Senin (13/12/2021).


Penasehat DWP Kabupaten Batang Uni Kuslantasi Wihaji mengatakan ketahanan perempuan Indonesia memang kondisinya semakin miris dengan banyaknya angka pernikahan dini dan perceraian muda.


“Melihat data 80 persen angka pernikahan kebanyakan usianya masih sangat muda apalagi ditambah kasus lahir di luar nikah sangat banyak untuk itu pentingnya penguatan keluarga,” tuturnya.


Lebih lanjut, kasus seperti ini yang sudah terjadi di Kabupaten Batang maupun Indonesia sehingga didikan keluarga masing-masing menjadi tolak ukur.


“Makanya untuk mengantisipasi hal ini, kita sebagai perempuan dan juga ibu harus memberikan penguatan ilmu kepada anak kita, tidak perempuan saja tapi laki-laki juga harus kita bimbing dan pantau aktivitas mereka,” imbuhnya.


Sementara itu, Kepala KUA Kabupaten Batang H. Abdullah Najib mengatakan, bahwa pernikahan dini di Kabupaten Batang ada 393 peristiwa dan hampir dikatakan 80 persen insiden hamil di luar nikah.


hal ini menjadi keprihatinan bagi semua pihak, selain itu angka peceraian di Kabupaten Batang juga sangat tinggi sekali sampai menduduki nomor 4 di  Jawa Tengah.


“Kasus seperti ini menjadi tugas untuk kita semua sebagai orang tua diawali dengan diri sendiri terlebih dahulu dengan bisa mengkonsultasikan pernikahan di KUA Kabupaten Batang agar paling tidak mengurangi angka yang tadi itu,” jelasnya.


Lebih lanjut, program mediasi atau konsultasi dari KUA Kabupaten Batang adanya konflik permasalahan rumah tangga dapat menyelesaikannya dengan baik-baik kalau ada titik temunya dapat diperbaiki.


“Beberapa konsultasi yang sudah kita tangani sejak bulan Oktober tahun 2021 kemarin sudah sangat lumayan dengan cara seperti ini dapat meminimalisir perceraian,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved