Breaking News:

Berita Batang

Mengenal 'Toko Bahasa' Unit Usaha Para Eks Pekerja Migran di Batang, Jual Produk Gunakan 5 Bahasa

Mengenal 'Toko Bahasa' Unit Usaha Para Eks Pekerja Migran di Batang, Jual Produk Gunakan 5 Bahasa

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Tribun-Pantura.com/Dina Indriani
Mantan pekerja migran asal Batang memperlihatkan produk olahan Toko Bahasa, Selasa (13/12/2021). 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Sejak tahun 1990-an, ada 300 warga Desa Kedungmalang yang berprofesi sebagai pekerja migran ke beberapa negara di benua Asia.

Di negeri orang, mereka bekerja sebagai buruh di pabrik, asisten rumah tangga dan jenis pekerjaan lainnya.


Tidak ingin kembali bekerja di luar negeri, sejumlah mantan pekerja migran berinisiatif membentuk unit usaha bersama Toko Bahasa.


Ada berbagai produk UMKM yang diproduksi, baik makanan hingga produk fashion.

Di antaranya tas, baju, masker, brownis, kue kering, berbagai keripik, jamur krispi dan wader krispi.


Uniknya, untuk mempromosikan produk-produk olahannya secara online mereka menggunakan lima bahasa, yakni Inggris, Arab, Mandarin, Krama Inggil (Jawa halus) dan Malaysia.


Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang, Uni Kuslantasi Wihaji mengatakan, promosi produk menggunakan lima bahasa itu dilakukan secara online.


Di sisi lain, kemampuan berbahasa asing yang dimilikinya selama menjadi pekerja migran, dimanfaatkan untuk mengedukasi anak-anak dan remaja, sehingga warga desa memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik.


“Jadi tiap sore kaum ibu mantan pekerja migran itu berkumpul untuk mengajari anak-anak belajar lima bahasa tersebut."

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved