Breaking News:

Gunung Semeru Erupsi

Kisah Kesetiaan Anjing Menunggu Tuannya di Zona Bahaya Semeru, Nemo Tak Mau Pergi dari Permukiman

Kisah Kesetiaan Anjing Menunggu Tuannya di Zona Bahaya Semeru, Nemo Tak Mau Pergi dari Rumah

Animals Hope Shelter
Anggota Animals Hope Shelter saat mengevakuasi anjing Nemo di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang. Nemo terus menunggu tuannya pulang, sementara petugas menduga pemilik Nemo meninggal jadi korban Gunung Semeru meletus. 

TRIBUN-PANTURA.COM, LUMAJANG - Kisah kesetiaan anjing menunggu tuannya kembali terjadi di zona bahaya (hitam) erupsi Gunung Semeru, di Lumajang, Jawa Timur.

Seekor anjing setia menunggu tuannya kembali ke rumah.

Anjing mix herder bernama Nemo tersebut mau beranjak dari rumah tuannya.

Di sisi lain, diduga tuan dari Nemo telah meninggal menjadi korban erupsi Semeru.

Diketahui, peristiwa Gunung Semeru meletus benar-benar menyisahkan kisah pilu.

Seusai Rumini, seorang anak yang ditemukan tewas berpelukan bersama ibunya, kali ini ada kisah seekor anjing.

Seekor anjing jenis mix herder ditemukan hidup di kawasan pemukiman, yang terdampak Gunung Semeru meletus di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang.

Pasca erupsi pada Sabtu (14/12/2021) lalu, anjing yang dipanggil Nemo itu selama 12 hari berkeliaran di sudut-sudut pemukiman.

Diduga kuat, hewan berbulu itu sedang menunggu tuannya.

Kisah haru anjing Nemo diungkap oleh Founder Animals Hope Shelter, Christian Joshua Pale. 

Halaman
1234
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved