Breaking News:

Berita Slawi

Ada Pentas Seni dan Bazar UMKM Pada Peringatan Hari Difabel Internasional 2021 di Tegal

Puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tingkat Kabupaten Tegal yang digelar di Rumah Produksi Difabel Kreatif beberapa waktu lalu

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
IST
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, saat menghadiri puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tingkat Kabupaten Tegal yang digelar di Rumah Produksi Difabel Kreatif beberapa waktu lalu. Terlihat ia sedang memasangkan bantuan kaki palsu kepada salah satu penyandang disabilitas. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tingkat Kabupaten Tegal yang digelar di Rumah Produksi Difabel Kreatif beberapa waktu lalu berlangsung meriah. 


Acara yang dikemas dalam bentuk panggung seni hiburan dan bazar produk UMKM ini menjadi cerminan upaya para penyandang disabilitas dalam mengembangkan potensi dirinya, meningkatkan kapasitas kemandiriannya dalam berusaha dan berkontribusi bagi lingkungan sosial.


Tercatat sedikitnya 50 pelaku UMKM dari penyandang disabilitas binaan Dinas Sosial Kabupaten Tegal mengikuti bazar yang berlangsung selama dua hari. 


Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan acara tersebut. 


Ia berharap momentum peringatan HDI ini dapat membawa pesan dan kesan yang baik pada setiap insan dan pelaku pembangunan untuk selalu peduli dengan penyandang disabilitas, mendukung segala upayanya dalam mengembangkan potensi diri dan kapasitasnya untuk menciptakan kemandirian usaha.


Sebagai pengantar sambutannya, Joko pun mengisahkan kesuksesan salah seorang pemuda penyandang disabilitas rungu, Hasyim, asal Desa Kabukan, Kecamatan Tarub. 


Hasyim, sebagaimana disampaikan Joko, dinilai cukup sukses dalam mengelola dan mengembangkan usaha susu kambing etawanya.


“Kemandirian Hasyim dalam menjalankan dan mengelola usahanya ini tidak terlepas dari dukungan lingkungan sosial dalam proses tumbuh kembangnya,” tutur Joko, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (20/12/2021).  


Dari sini, Joko pun mengajak semua pihak untuk mengubah cara pandangnya pada penyandang disabilitas. 


Dari sebelumnya berbasis pendekatan belas kasihan atau charity-based approach, kini pendekatan hak asasi manusia atau human right approach.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved