Breaking News:

Berita Batang

Binda Jateng Gencarkan Vaksinasi Jelang Nataru di Batang, Brigjen Sondi: Kami Jemput Bola

Binda Jateng Gencarkan Vaksinasi Jelang Nataru di Batang, Brigjen Sondi: Kami Jemput Bola

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Dok Humas BNPB
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 secara massal. 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah (Jateng) terus menggencarkan program vaksinasi saat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal itu tak lain untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan herd immunity atau kekebalan komunal. 

Berdasarkan data dari Provinsi Jawa Tengah per 19 Desember 2021 pada laman https://vaksin.kemkes.go.id/ diketahui bahwa capaian vaksinasi tahap 1 Jateng mencapai 75,32 persen dengan total penduduk yang telah divaksin sebanyak 21.637.476 jiwa dari target 28.727.805 jiwa. 

Dari data tersebut, masih terdapat sebanyak 7.090.329 jiwa penduduk jawa tengah yang belum divaksin/ belum melaksanakan vaksin.

"Konsep door to door atau  jemput bola masih menjadi strategi Binda Jateng dalam mengejar capaian vaksinasi kami tiap pelaksanaan vaksin."

"Hal ini karena banyak warga yang selama ini belum vaksin memang memiliki kendala dalam menjangkau lokasi sentra-sentra vaksin," tutur Kabinda Jateng, Brigjen TNI Sondi Siswanto, Rabu (22/12/2021).

Lebih lanjut, dengan mendekatkan pelayanan vaksinasi hingga tingkat desa bahkan mendatangi rumah warga pihaknya yakin semakin banyak wargayang tervaksin dan terbantu mendapatkan vaksin.

Adapun pelaksanaan vaksinasi massal untuk masyarakat secara door to door di 6 Kabupaten.

Meliputi Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Tegal, Boyolali, Kebumen dan Blora dengan target sebanyak 9.000 dosis.

Di Kabupaten Batang sendiri pelaksanaan vaksinasi massal dilakukan di dua lokasi yaitu Desa Kalisalak Kecamatan Limpung dan Kelurahan Kasepuhan Kecamatan Batang.

"Sesuai instruksi pimpinan, pelaksanaan vaksinasi diharapkan kekebalan komunal segera terbentuk dan Pandemi Covid-19 dapat dikendalikan."

"Terlebih saat ini varian omicron telah terkonfirmasi masuk di Indonesia, masyarakat diminta tidak panik, dan tetap menegakan protokol kesehatan secara ketat, dan melaksanakan vaksinasi," tandas Brigjen TNI Sondi Siswanto. (din)
 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved