Berita Nasional

8 Kasus Omicron Ditemukan di Indonesia, Jubir Kemenkes: Tetap Waspada dan Prokes Ketat

8 Kasus Omicron Ditemukan di Indonesia, Jubir Kemenkes: Tetap Waspada dan Prokes Ketat

Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
Dok Kemenkes
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Siti Nadia Tarmizi, menyampaikan siaran pers dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, secara virtual, Jumat (24/12/2021) petang. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, tercatat telah ada 8 kasus varian Omicron ditemukan di Indonesia dan saat ini dalam penanganan.

Terkait hal tersebut, Nadia menegaskan, apapun varian virusnya, kunci menghadapinya tetap sama, yaitu tegakkan protokol kesehatan, perkuat upaya testing, lacak dan isolasi, serta lakukan vaksinasi.

"Saat ini Omicron ini menjadi varian yang menyita banyak perhatian, terutama dengan karakteristiknya yang memungkinkan untuk memunculkan gelombang Covid-19 di berbagai negara," kata Nadia dalam siaran pers dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, secara virtual yang diikuti Tribun-Pantura.com di Semarang, Jumat (24/12/2021) petang.

Badan Kesehatan Dunia WHO, kata Nadia, menyatakan per tanggal 23 Desember, sudah ada 110 negara yang melaporkan telah menemukan kasus Omicron.

Baik yang diperoleh dari para pelaku perjalanan maupun yang dari komunitas, dalam arti, sudah ada penularan di tingkat masyarakat.

Tingkat penularan Omicron diyakini melebihi varian Delta, meski sejauh ini gejala yang ditimbulkan lebih ringan.

Namun, Nadia mengatakan, studi masih terus dilakukan untuk memahami karakteristik varian ini.

WHO dalam laporannya menyampaikan bahwa risiko untuk semua negara masih dikategorikan sangat tinggi.

Dengan mempertimbangkan varian dominan saat ini masih varian Delta (96 %) yang sempat memunculkan gelombang besar di berbagai negara beberapa waktu yang lalu.

"Tentu kita sudah melakukan antisipasi supaya Omicron yang sudah diidentifikasi di Indonesia tidak menyebar dan meluas di masyarakat."

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved