Breaking News:

Kecelakaan Nagreg

Ini Pengakuan Kolonel Priyanto seusai Buang Korban Kecelekaan Nagreg, Pakar: Perlu Diinvestigasi

Ini Pengakuan Kolonel Priyanto seusai Buang Korban Kecelekaan Nagreg ke sungai serayu, Pakar: Perlu Diinvestigasi

Istimewa/net
Kasi Intel Korem 133/WN, Kolonel Infanteri Priyanto. 

TRIBUN-PANTURA.COM - Kepala Seksi (Kasi) Intel Komando Resor Militar 133/Nani Wartabuana (Korem 133/NW), Kodam XIII/Merdeka, Kolonel Priyanto, menjadi otak pembunanga jasad dua korban kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung.

Diketahui, jasad Hendi (18) dan Salsabila (14) dua sejoli korban kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, ditemukan di aliran Sungai Serayu, Jawa Tengah (Jateng) pada dua tempat berbeda.

Keduanya dibuang oleh tiga oknum TNI, setelah kedua belah pihak terlibat kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung.

Ketiga oknum TNI bengis tersebut adalah Kolonel Infanteri Priyanto, Kopda Andreas Dwi Atmoko (personel jajaran Kodim Gunungkidul), dan Koptu A Sholeh (Babinsa sebuah desa di Demak).

Setelah kasus ini mencuat, Kolonel Priyanto ditangkap di tempat dinasnya, Korem 133/NW tanpa perlawanan.

Sesaat setelah ditangkap, Kolonel Priyanto langsung mengakui perbuatan dan kesalahannya.

Hal itu diungkapkan oleh Kapendam XIII/Merdeka, Letkol Inf Jhonson M. Sitorus.

Dituturkan, tak lama setelah menabrak dan membuang jasad Handi dan Salsabila, Kolonel Priyanto pulang lagi ke Gorontalo.

Ditegaskan, setelah mayat sejoli itu ditemukan pada 11 Desember 2021, Kolonel P tiba di Gorontalo keesokan harinya.

Letkol Inf Jhonson M Sitorus, menyebut Kolonel P tidak melaporkan kejadian tabrakan tersebut ke Komandan Satuan (Dansat) dalam hal ini Danrem 133/NW.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved