Berita Batang

Eduwisata Budaya Taman Syailendra Kabupaten Batang Siap Tarik Wisatawan

Pemerintah Kabupaten Batang menyelesaikan pembangunan tahap pertama Taman Syailendra dengan nilai kontrak Rp 1.000.200.000 yang akan

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
IST
Bupati Batang Wihaji saat meninjau pembangunan Taman Syailendra di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kamis (30/12/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang menyelesaikan pembangunan tahap pertama Taman Syailendra dengan nilai kontrak Rp 1.000.200.000 yang akan menjadi wahana eduwisata 


Melalui Taman Syailendra, Pemkab Batang ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa benda-benda bersejarah yang terdapat di dalamnya merupakan bukti sejarah peradaban Indonesia.

 

“Silurah ini merupakan salah satu wisata 4 Si yang diprioritaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang yaitu Sigandu, Sikuping, Sikembang, dan Silurah," tutur Bupati Batang Wihaji, Kamis (30/12/2021).

 

Pembangunan taman replika warisan peradaban budaya itu dikerjakan oleh CV Maisha telah selesai pada 24 Desember 2021 yang berlokasi di Desa Silurah Kecamtan Wonotunggal dengan tinggian sekitar 1.000 Mdpl.


Tidak hanya menyajikan warisan budaya, Taman Syailendra juga menyuguhkan keindahan panorama hutan rimba pedati Silurah yang masih banyak dihuni hewan lutung dengan suhu di bawah 18 derajat celsius. 


"Pembangunan kita lanjutkan di tahun 2022 dengan nilai anggaran Rp 300 juta membuat patung replika patung Ganesha," ujarnya


Lebih lanjut, untuk meningkatkan kunjungan wisata, konsep prioritasnya menggelar event-event budaya lokal yang agendanya ada setiap bulanan dan tahunan sebagai wujud syukur kepada alam dan sang pencipta.


"Dalam pengelolaan taman budaya Syailendara ada tiga yaitu, Perhutani 30 persen, Pemkab Batang 20 persen dan Pemerintah Desa Silurah 50 persen. 


Saya menyakini wisata budaya ini akan ramai karena lebih ke heritage, yang didalamnya ada patung Ganesha, Lingga Yoni, Punden Berundak," jelasnya. 


Orang nomor satu di Kabupaten Batang itu juga menjanjikan peningkatan akses pendukung seperti jalan untuk menuju obyek wisata Taman Syailendra. 


"Jalan obyek wisata masuk prioritas kami, ada sekitar 700 meter yang kita perbaiki di tahun depan," imbuhnya. 


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Yarsono mengatakan Kabupaten Batang punya banyak peninggalan di zaman Syailendra dan zaman Mataram Kuno abad 7-8 Masehi. 


Contohnya, patung ganesha yang ada di hutan Silurah dan prasasti Sojomerto.


“Wisata edukasi dan sejarah ini bisa menjadi daya tarik wisatawan luar daerah dan bisa menjadi ikon Kabupaten Batang dengan visi 4 Si (Sikembang, Silurah, Sigandu dan Sikuping) dari Bupati Batang Wihaji, apalagi merupakan fakta sejarah,” jelasnya.


Yarsono pun mengatakan, anggaran Taman Syailendra tahap kedua di tahun 2022  dipotong menjadi Rp 300 Juta, karen Pemkab Batang masih fokus untuk penanganan Covid-19  


"Dari rencana awal Rp 1,17 Miliar, dipotong menjadi Rp 300 Juta itupun hampir dipotong semuanya, mungkin untuk penyelesaiannya bisa dianggarkan diperubahan 2022," pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved