Breaking News:

Kriminal dan Hukum

Dikasih Uang Rp50.000 dan Sebungkus Rokok, Dua Remaja di Semarang Bacok Mahasiswa di Jalan

Dikasih Uang Rp50.000 dan Sebungkus Rokok, Dua Remaja di Semarang Bacok Mahasiswa di Jalan

Penulis: iwan Arifianto | Editor: yayan isro roziki
Tribun-Pantura.com/Iwan Arifianto
Tiga pelaku pembacokan terhadap mahasiswa sebuha kampus di Kota Semarang: otak pembacokan, Nuruddin (pakai sarung); DRK (pakai topeng) dan Dolly, saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polrestabes Semarang, Rabu (5/1/2022) 

Diupah Rp50.000 dan sebungkus rokok, seorang siswa SMK dan pemuda pengangguran di Semarang bersedia membacok dua orang mahasiswa di jalan. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Mahasiswa Semarang menyuruh seorang pelajar SMK untuk membacok rekannya sesama mahasiswa dengan iming-iming upah uang Rp50 ribu dan sebungkus rokok.

Pelaku mahasiswa tersebut bernama Nuruddin (19) warga Banyumeneng, Mranggen, Demak.

Pelaku pembacokan DRK (16) siswa SMK Farmasi warga Sukorejo, Gunungpati.

Tak sendirian, DRK mengajak Dolly Saputra (20) warga Gisikdrono, Semarang Barat, seorang pengangguran untuk membacok korban.

Mereka terbukti melakukan persekongkolan untuk membacok seorang mahasiswa sebuah Kampus Islam Swasta di Semarang.

Penganiayaan itu buntut dari berakhirnya musyawarah yang ricuh di satu kampus swasta di Jalan Menoreh Tengah, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang.

Forum musyawarah mahasiswa yang tidak kondusif tersebut  terjadi, Jumat (30/12/2021), sekira pukul 19.30 WIB.

"Iya, kami amankan tiga pelaku aksi pembacokan  tersebut," terang
Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar saat konferensi pers di Kantor Polrestabes Semarang, Rabu (5/1/2022).

Dua korban yang terkena bacok masing-masing Naufal Arkan Al Farisy (20) dan Darul Husni (20) mereka berdua mahasiswa asal Cikarang, Bekasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved