Breaking News:

Berita Slawi

Limbah Ban Bekas di Gudang Rongsokan Pesarean Kabupaten Tegal Terbakar

Warga Desa Pesarean, RT 29/RW 07, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, digegerkan dengan kepulan asap hitam yang berasal dari dalam gudang

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
IST
Limbah ban dan karung bekas yang terbakar, berlokasi di gudang rongsokan Desa Pesarean, RT 29/RW 07, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Kamis (6/1/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Warga Desa Pesarean, RT 29/RW 07, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, digegerkan dengan kepulan asap hitam yang berasal dari dalam gudang barang rongsokan, Kamis (6/1/2022). 


Setelah pintu gerbang berhasil dibuka, ternyata yang terbakar adalah limbah ban dan karung bekas yang terletak dibagian belakang gudang.


Api bisa dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB, setelah empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan bersama warga berusaha memadamkan api tersebut.


Menurut pemilik gudang rongsokan, Sutomo, kronologi kebakaran ban bekas terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, pertama kali diketahui oleh warga sekitar dan karyawan yang saat kejadian sedang berada di depan gudang.


Setelah melihat ada kepulan asap dari dalam gudang, saksi mata tidak bisa langsung masuk karena posisi masih tertutup karena karyawan mulai bekerja pukul 08.00 WIB.


"Saya tahu kejadian kebakaran karena karyawan tiba-tiba mengetuk pintu rumah sambil berteriak kebakaran.

Akhirnya saya langsung ke gudang dan membuka gerbang, ternyata yang terbakar limbah ban bekas dan karung bekas," ungkap Sutomo, pada Tribunjateng.com, Kamis (6/1/2022).


Sementara itu terpisah, Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at, melalui Kapolsek Adiwerna AKP Sehroni menuturkan, pada saat petugas datang ke tempat kejadian perkara (TKP), api masih menyala dan baru padam setelah datang mobil pemadam kebakaran.


Adapun bagian yang terbakar adalah di area terbuka, tempat untuk meletakkan limbah ban bekas dan karung bekas.


Gudang pun saat kejadian masih dalam kondisi sepi karena belum ada aktivitas para pekerja.


"Api diduga berasal dari sisa pembakaran limbah payung yang kemudian menjalar, dan membakar limbah ban didekatnya.

Tidak ada korban jiwa karena posisi saat itu masih sepi.

Sementara untuk kerugian sendiri ditaksir sekitar Rp 500 ribu," jelas AKP Sehroni. 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved