Breaking News:

Berita Batang

Dinkes Batang Masih Tunggu Arahan Pemerintah Pusat Terkait Vaksinasi Booster

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang masih menunggu teknis pelaksanaan program vaksinasi booster Covid-19 dari Kementerian Pusat.

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DINA INDRIANI
Seorang warga mengikuti suntik vaksinasi yang diselenggararakan Dinkes Batang di Gedung PSC 119 beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang masih menunggu teknis pelaksanaan program vaksinasi booster Covid-19 dari Kementerian Pusat.


Hingga kini, pihak petugas kesehatan masin menanti arahan dan belum dapat menentukan penerima booster maupun waktu pemberiannya.


Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Batang Yuli Suryandaru mengatakan vaksinasi booster tetap akan diberikan, namun harus seizin Kemenkes RI.


Pihaknya pun sudah siap melaksanakannya selama ada vaksin.


“Untuk jenis vaksin yang akan diberikan pun kami belum tahu, yang jelas Kabupaten Batang siap menerimanya selama ada vaksin," tuturnya, Minggu (9/1/2022).


Lebih lanjut, dijelaskannya terdapat beberapa jenis vaksin yang digunakan selama ini yaitu Sinovac, AstraZeneca, Modernaz Pfizer, Johnson&Johnson dan Sinofarm.


Menurutnya, vaksinasi booster bisa saja diberikan secara silang. 


"Contohnya booster yang diberikan kepada tenaga kesehatan dari jenis Moderna, sedangkan sebelumnya telah menerima vaksin Sinovac," ujarnya.

 

Ia mengharapkan, masyarakat bisa divaksin booster, untuk meningkatkan imunitas tubuhnya.


“Jadi kekebalan tubuh masyarakat Batang bisa menangkal Covid-19,” imbuhnya.


Masyarakat Kabuapaten Batang pun mendukung adanya rencana vaksinasi booster, salah satunya warga Cepokokuning, Nisa Ayu.


Apalagi saat ini maraknya kabar adanya virus Covid-19 varian baru Omicron yang telah masuk ke Indonesia.


"Kalau memang itu untuk semakin meningkatkan kekebalan dan untuk kesehatan ya harus didukung, apalagi sekarang Omicron sudah masuk Indonesua jadi harus lebih waspada lagi tetap prokes," pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved