Breaking News:

Berita Pekalongan

Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Gagas Program Dolan PAUD

Permasalahan pendidikan yang terjadi saat ini adalah masalah kurangnya sarana prasarana pendidikan terutama di jenjang Pendidikan

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
Diskominfo Kota Pekalongan
ILUSTRASI - Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid dan Bunda Literasi Inggit Soraya saat pengukuhan Bunda Literasi tingkat Kecamatan se-Kota Pekalongan, Bunda PAUD Pekalongan Utara dan Pekalongan Selatan, di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan. 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Permasalahan pendidikan yang terjadi saat ini adalah masalah kurangnya sarana prasarana pendidikan terutama di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Banyak sekali peserta didik PAUD yang tidak bisa menikmati fasilitas, sarana dan prasarana yang sama dengan peserta didik yang lainnya.


Padahal, jenjang PAUD memiliki peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia ke depannya.

Di mana, PAUD merupakan wadah untuk memaksimalkan pencapaian tumbuh kembang anak, sehingga kelak anak menjadi modal pembangunan yang memiliki daya saing tinggi, sehingga mampu membawa perubahan yang lebih baik ke depannya.

Oleh karena itu, dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas PAUD di Kota Pekalongan, Dinas Pendidikan setempat dan bekerjasama dengan Bunda PAUD menggagas program Wadulan Anak PAUD (Dolan PAUD)


Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Zainul Hakim mengungkapkan, Dolan PAUD ini merupakan program Dinas Pendidikan melalui Bidang PAUD PNF bekerjasama dengan Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya.


Menurutnya, kata 'Dolan' disini konotasinya adalah bermain, atau bisa diartikan mendolani yakni mendatangi ke sejumlah sekolah PAUD di Kota Pekalongan. 


"Tidak hanya mendatangi sekolah saja, tetapi program ini didalamnya anak-anak didik atau pengelola PAUD itu bisa wadul atau berkeluh kesah ke OPD terkait terkait kendala-kendala yang dihadapi sekolahnya dalam melaksanakan proses pembelajaran," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Zainul Hakim, saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (9/1/2022).


Hakim menilai, sejauh ini kondisi sekolah PAUD yang ada di Kota Pekalongan memang beragam, terutama yang mendapatkan perhatian untuk pemeliharaan dan perbaikan dari Dinas Pendidikan maupun Bunda PAUD adalah sekolah-sekolah PAUD yang dikelola oleh kelompok masyarakat secara swadaya dan sarana dan prasarananya terbatas.


"Salah satunya di sekolah PAUD yang pernah kami sambangi adalah di PAUD SPS Ananda yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa Gg Cemara Dk.Gedengan RT 02 RW 06, Kelurahan Panjang Baru,Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan.

Di sana memang kami merasa terenyuh dan prihatin, bangunan sekolah itu berdiri dari upaya para kuli panggul pangkalan ikan melihat pendidikan anak-anak di wilayah itu."


"Bangunan sekolah itu masih ala kadarnya hanya menggunakan rumah atau tanah wakaf warga setempat yang dilengkapi dengan media pembelajaran PAUD seadanya," imbuhnya.


Hakim menyebutkan, di tahun 2022 ini, pihaknya sudah berdiskusi dengan Bunda PAUD Kota Pekalongan perihal tindaklanjut dari program Dolan PAUD ini akan seperti apa konsep kedepannya dalam mengakomodir peningkatan mutu sekolah-sekolah PAUD di Kota Pekalongan, salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah dengan mengajukan bantuan melalui CSR yang peduli dengan dunia pendidikan khususnya jenjang PAUD di Kota Pekalongan, sehingga kondisi sekolah tersebut bisa lebih bagus lagi.


"Saat ini kami sedang membuat kajian tersebut. Jika, memang dari anggaran daerah terbatas, maka kami tengah berupaya menggandeng CSR yang kami harapkan ada kepedulian terhadap kualitas PAUD itu terutama di sekolah-sekolah yang pengelolaannya masih terbatas sarana dan prasarananya maupun pemenuhan SDM nya," tambahnya. 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved