Breaking News:

Berita Kudus

Petani Lereng Muria Kudus Keluhkan Eksploitasi Air Gunung Besar-besaran: Kami Tak Bisa Airi Sawah

Petani Lereng Muria Kudus Keluhkan Eksploitasi Air Gunung Besar-besaran: Kami Tak Bisa Airi Sawah

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: yayan isro roziki
Tribun-Pantura.com/Rifqi Gozali
Sejumlah warga Desa Kajar, Kecamatan Dawe, saat audiensi dengan Bupati Kudus HM Hartopo, Senin (10/1/2022). 

TRIBUN-PANTURA.COM, KUDUS - Sejumlah warga Desa Kajar, Kecamatan Dawe, protes terkait ekploitasi besar-besaran air tanah dari Gunungan Muria.

Pasalnya sawah mereka mengering dengan adanya komersialisasi air Pegunungan Muria.

"Kalau pengairan sebelum besar-besaran jalan, tanam masih bisa tiga kali."

"Kalau musim kemarau satu bulan bisa mengairi satu kali."

"Kalau sekarang, kemarau satu bulan ya sudah," ujar warga Kajar, Sutikno, setelah audiensi dengan Bupati Kudus HM Hartopo di Pendopo Kudus, Senin (10/1/2022).

Sutikno mengatakan, penataan air dari Pegunungan Muria melalui Pamsimas sampai saat ini masih belum bisa dikatakan efektif.

Pasalnya, masih banyak yang nakal dengan mengomersialkan air pegunungan. Alhasil, dia sebagai petani sangat dirugikan.

"Saya termasuk petani. Tidak hanya berpengaruh, apa yang menjadi hak petani terabaikan," kata dia.

Sebelumnya, kata dia, pernah ada penertiban pipa-pipa oleh petugas.

Terakhir, penertiban dilakukan pada Februari 2019. Saat itu ada 19 depo pengisian tangki air di lereng Gunung Muria ditutup paksa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved