Breaking News:

Berita Batang

Penyebab Longsor Bukit Siglagah Terungkap, BPBD Batang Sampaikan Hasil Asesmen ESDM Jateng

Penyebab Longsor Bukit Siglagah Terungkap, BPBD Batang Sampaikan Hasil Asesmen ESDM Jateng

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Tribun-Pantura.com/Dina Indriani
Material longsor dari Bukit Siglagah, di Desa Praten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, menutup akses jalan dan jembatan di perbatasan Batang-Banjarnegara. 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Penyebab longsor di Bukit Siglagah, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang terungkap.

Ini berdasarkan hasil asesmen Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah (Jateng), yang disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang, Ulul Azmi.

Dituturkan, longsor terjadi karena infiltrasi air hujan ke dalam lereng.

Baca juga: Sering Terdengar Dentuman dari Kawah Siglagah Batang, Warga Tetap Tolak Relokasi: Masih Aman

Baca juga: 3 Desa di Batang Terancam Banjir Bandang, Longsor Jalur Pranten-Dieng Tutup Aliran Sungai Belo

Baca juga: Detik-detik Anak di Kebumen Selamat dari Maut setelah Tertimpa Longsor, Sempat Terjepit Puing

"Berdasarkan asesmen ESDM bahwa gerakan tanah yang terjadi di Dusun Rejosari, Desa Pranten, Keçamatan Bawang, itu bersifat aliran (flows) dengan arah menuju ke Barat Laut (N 340° E) yang telah berlangsung lama."

"Serta mengalami percepatan saat musim hujan, dikarenakan terjadi infiltrasi air hujan ke dalam lereng," terang Ulul disela-sela peninjauan, Senin (10/1/2022).

Lebih lanjut, sesuai hasil pengukuran lapangan diperoleh jarak lebar pada mahkota longsor + 160 meter dan pada kaki longsor + 50 meter.

Hal itulah yang menyebabkan kerusakan berupa hilangnya jembatarı yang menghubungkan Desa Pranten dengan Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara serta menyisakan turnpukan material hasil longsoran dalam jumlah besar.

Sementara itu, wilayah yang nengalami pergerakan tanah seluas  8,5 Hektare dengan panjang 1.000 meter. 

Kedalaman bidang gelincir diperkirakan 20 meter, sehingga menyebabkan longsoran dengan volume material  1,7 juta meter, jarak terdekat dengan permukiman warga  900 meter.

"Dari hasil rekomendasi Dinas ESDM, kita akan membersihkan matrial yang menutup jalan, membuat jembatan darurat dan memperbaikai pipa air bersih milik mastarakat," ujarnya

Namun demikaian, langkah tersebut akan dilakukan setelah kondisi memungkinan atau tidak ada longsor susulan, karena saat ini diprediksi ada longsoran susulan. 

"Untuk mitigasi vegetasi, kami disarankan untukk menanam tanaman penguat tebing, karena kondisi tanah di sana memang labil."

"Jadi sejak dahulu memang sering terjadi longsor ini terus berulang hingga sekarang.

"Bahkan warga yang pernah tinggal di sekitar buku saat ini pindah ke Dukuh Rejosari dulu," pungkasnya. (din)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved