Kamis, 21 Mei 2026

Berita Semarang

Cuaca Buruk di Semarang dalam Sepekan, 26 Rumah Warga Rusak

Cuaca Buruk di Semarang dalam Sepekan, 26 Rumah Warga Rusak, begini kata bpbd kota semarang. banjir, longsor, puting beliung

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: yayan isro roziki
Dok BPBD Semarang
Rumah warga di Kota Semarang rusak tertimpa pohon tumbang, belum lama ini. Puluhan rumah warga Semarang rusak dalam waktu sepekan ini, setelah wilayah tersebut diterpa cuaca buruk 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Cuaca buruk melanda Kota Semarang dalam sepekan ini.

Akibatnya terjadi beragam bencana mulai puting beliung, tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang.

Imbasnya 26 rumah warga rusak dan setidaknya 33 KK terdampak.

Dari bencana puting beliung, BPBD Kota Semarang mencatat terjadi di Jalan Bugangan Dalam C RT 8/RW 1, Bugangan, Semarang Timur, Selasa (19/1/2022).

Sebanyak 10 rumah warga terdampak dengan kerusakan atap rumah terhempas.

"Iya kejadian itu merusak 10 rumah warga berupa genteng atau atap rumah warga terhempas dan tidak ada korban jiwa," terang Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono saat dihubungi Tribun-Pantura.com, Sabtu (22/1/2022).

Bencana yang sama terjadi pula di di Jalan Batursari 1 RT 4/RW 4, Sawah Besar, Gayamsari, Rabu (19/1/2022)

Sebanyak 8 rumah warga rusak disapu angin puting beliung. 

Kemudian, atap rumah Joko Widarso (45) beterbangan disapu angin di Jalan Jomblang Perbalan, Candi, Candisari, Rabu (19/1/2022) pukul 19.00.

"Pada hari itu terjadi hujan deras disertai angin kencang dengan intensitas lama sehingga atap rumah atau genteng warga di titik tersebut rusak," ucap Winarsono. 

Selain bencana puting beliung, sepekan ini juga terjadi tanah longsor di beberapa lokasi di Kota Semarang. 

Tragisnya dari kejadian itu menimbulkan satu korban jiwa. 

Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Delikrejo RT 05/RW 011, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Rabu (19/1/2022) sekitar pukul 18.30.

"Iya di lokasi itu satu remaja meninggal dunia di rumah sakit sebelumnya sempat alami kritis akibat tertimbun longsor," ujarnya.

Winarsono mengatakan, tebing longsor terjadi pula di Jalan Candisari RT 09 RW 04, Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan pada Rabu (19/1/2022) pukul 19.00 WIB.

Tebing sepanjang 4 meter dengan tinggi 3 meter longsor hingga menutup akses jalan kampung yang berdekatan dengan rumah warga. 

Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa.

Lalu di Jalan Genuk Karanglo RT 7/RW 2 Tegalsari, Candisari, Rabu (19/1/2022) longsor menimpa rumah Tohir.

Selanjutnya, longsor menimpa  rumah Agus Winarso (69) di Jalan Taman Sri Rejeki Selatan RT 6/RW 4, Kalibanteng Kidul. 

"Hujan deras tebing depan rumah Agus Winarso longsor dengan panjang 10 meter lebar 7 meter," bebernya. 

Di hari yang sama, Kamis (20/1/2022),longsor terjadi di Jalan Borobudur Timur 10 RT 5/RW 6 Kembangarum, Semarang Barat, pukul 03.00.

Talut ambrol panjang 10 meter lebar 5 meter menimpa satu rumah warga milik Eko (52).

"Tiga jam kemudian,  sekira pukul 06.00 talut pinggir jalan longsor yang menganggu aktivitas warga di Jalan Tegalrejo, Purwoyoso, Ngaliyan," jelasnya.

Tidak hanya tanah longsor, banjir juga merendam Jalan Gombong RT 1 RW 13, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang pada pukul 19.00 WIB.

Banjir terjadi karena Sungai Gombong meluap  di wilayah RT 1/RW 13 Kelurahan Tandang. 

Kondisi itu mengakibatkan air masuk ke beberapa rumah warga yang tinggal di sekitar sungai.

Ada tujuh KK dari empat rumah yang terdampak tapi tidak ada korban jiwa. Ketinggian air saat itu 50 sentimeter. 

"Lama genangan yang terjadi sekira satu jam," ujarnya.

Sementara, selain tanah longsor dan banjir juga ada bencana atap rumah roboh dan pohon tumbang di Kota Semarang. 

Di antaranya menimpa atap rumah warga milik Baderi di Jalan Depoksari RT 5/RW 7, Kecamatan Tandang, Kelurahan Tembalang.

Kemudian rumah milik Dalhar Mudakir (58) di Jalan Abu Bakar Tambakaji, Ngaliyan, pohon tumbang menimpa rumah bagian ruang tengah dan kamar tidur, Rabu (19/1/2022) pukul 16.30.

Sedangkan, pohon tumbang juga terjadi di sejumlah ruas jalan antara lain di Jalan Sompok Baru, Jalan Kokrosono, Jalan Sekayu, Jalan Kaligarang, Kelurahan Tambak Aji RT 12/RW 12, Jalan Kalibanteng yang menuju arah Bandara Ahmad Yani.

Kemudian Jalan Kranggan, Jalan Sawojajar 1 RW 2 Krobokan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Citandui Selatan, Jalan Abimanyu, Pasar Dargo, Jalan Genuksari RT 4 RW 10, Jalan Imam Barjo, dan Jalan Gajah Timur Dalam V.

"Para korban sudah kami datangi dan kami beri bantuan. Kami juga dalam menangani kejadian bencana tersebut telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Disperkim, Dinsos, PMI, relawan dan lainnya," ujarnya. 

Terpisah, Lurah Tandang Ony Gunarti mengatakan, sepekan ini di sudah ada tiga bencana di wilayahnya berupa tanah longsor dan banjir. 

Tandang memang dikenal sebagai pemukiman yang rawan bencana seperti banjir dan longsor. 

"Iya sepekan ini curah hujan tinggi, ada longsor dan banjir. Yang longsor satu warga kami meninggal dunia," terangnya.

Ia mengaku, selalu memerintahkan  perangkat RT dan RW agar mengimbau waeganya untuk waspada ketika terjadi cuaca buruk. 

"Kami selalu stand by ketika cuaca buruk. Ketika terjadi bencana langsung kami laporkan ke pihak terkait," tandasnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved