Kamis, 14 Mei 2026

Berita Blora

Mengenal Salon Sapi di Pasar Pon Blora, Pistol dan Karjono Terampil Percantik Tampilan Hewan

Mengenal Salon Sapi di Pasar Pon Blora, Pistol dan Karjono Terampil Percantik Tampilan Hewan

Tayang:
Tribun-Pantura.com/Ahmad Mustakim
Sang pemilik usaha 'Salon Sapi', Karjono, sedang mempercantik tampilan tanduk sapi, di Pasar Pon Blora, Sabtu (22/1/2022). Karjono dan anaknya, Pistol, merupakan pelaku usaha satu-satunya salon sapi di Blora. 

TRIBUN-PANTURA.COM, BLORA – Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) memiliki beberapa pasar hewan yang tersebar di beberapa tempat. Satunya di antaranya adalah Pasar Pon yakni pasar hewan terbesar di Kabupaten Blora.

Pasar Pon terletak di jalan raya Taman Makam Pahlawan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora Kota.

Ada yang unik di pasar ini. Terdapat salon di area pasar ini dan menjadi satu-satunya salon yang tidak pernah sepi hingga suasana pasar selesai.

Para pedagang sapi di pasar Pon menyebutnya ‘Salon Sapi’, tempat mempercantik sapi-sapi yang hendak maupun selesai diperjual-belikan. 

'Salon Sapi' di Pasa Pon Blora ini dikelola oleh Pistol dan Karjono, pasangan anak-ayah, yang telah bertahun-tahun melakoni pekerjaan ini.

Keduanya warga Kelurahan Tegalgunung. Pasangan ini merupakan pelaku usaha salon sapi satu-satunya di Blora.

“Saya sudah 16 tahun jalani pekerjaan ini (Salon Sapi),” kata Karjono, saat ditemui tribun-pantura.com di sela-sela pekerjaanya, Sabtu (22/01/2022).

Pada kesempatan ini, Karjono mengungkapkan jumlah sapi yang dia percantik padaa satu pasaran ini.

“Hari ini sekitar 20 an sapi,” ungkap dia.

Tak hanya itu, Karjono juga menetapkan tarif untuk setiap sapi yang dia percantik.

“Harga Rp30.00 per ekor sapi,” ujarnya sambil memangkas tanduk sapi yang dia pegang.

Harga tersebut tidak berpengaruh pada tingkat kesulitan yang dihadapinya.

Pria berusia 58 tahun ini merupakan satu-satunya yang menggeluti pekerjaan ini bersama anaknya yang bernama Pistol.

“Kulo (saya) sama yugo (anak, red), Mas Pistol,” ucap dia.

Karjono juga mengungkapkan fungsi dari salon ini adalah mempercantik tampilan sapi.

“Biar cantik dan enak dilihat,” ucapnya singkat.

Dirinya mengungkapkan rata-rata setiap satu pasar mampu mendapaatkaan order puluhan sapi.

“Ndak pasti, ada 20 an (ekor) lah,” ujarnya.

“Yang muda yang bagus, tanduk yang bagus itu keatas, kalo melengkung juga bagus, asal simetris,” terang dia.

Terkait perbaikan tampilan tanduk-tanduk yang meleot atau asimetris, Karjono menuturkan hal tersebut tergantung seni dari pelakunya.

“Itu kesulitanya tinggal pikirannya sendiri, lebih ke seni salonnya,” kata dia.

Adapun Karjono tak hanya tanduk, tapi untuk kuku-kuku sapi biasanya juga menjadi pekerjaan yang biasa juga dipercantik oleh dirinya dan anaknya. 

Untuk diketahui, setiap pasaran sekitar ratusan bahkan ribuan ekor sapi masuk dan dijual di Pasar Pon (pasar hewan) ini.

Sapi tersebut dijual pedagang setelah dibeli dari peternak di beberapa wilayah di dalam dan luar kabupaten Blora.

Selain pedagang dari Blora, datang juga pedagang dari berbagai daerah, seperti Rembang, Grobogan, Pati, Sragen dan sebagainya. (kim)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved