Berita Kudus

Mengenal Sosok Ruchayah, Legenda Bordir Ichik Khas Kudus, Setia Berkarya hingga Usia Senja

Mengenal Sosok Ruchayah, Legenda Bordir Ichik Khas Kudus, Setia Berkarya hingga Sepuh

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: yayan isro roziki
Tribun-Pantura.com/Rifqi Gozali
Ruchayah berfoto dengan latar belakang sejumlah kebaya bordir karyanya. 

TRIBUN-PANTURA.COM, KUDUS - Bagi Ruchayah, bordir ichik sudah menjadi bagian dari kehidupannya.

Sejak kecil dia sudah akrab dengan tradisi bordir yang diturunkan dari orangtuanya.

Sejak 1962, Ruchayah telah memulai usaha bordir meski usianya saat itu bisa dikatakan sangat belia.

Perempuan kelahiran 1952 itu mendapat keahlian membordir dari ibunya.

Ruchayah menunjukkan sejumlah kebaya bordir karyanya.
Ruchayah menunjukkan sejumlah kebaya bordir karyanya. (Tribun-Pantura.com/Rifqi Gozali)

"Anak zaman dulu kan hanya ngaji dan ikut membantu orangtua."

"Membantu orangtua itu saya diajari bordir," ujar Ruchayah saat ditemui di kediamannya di RT 2/RW 2 Desa Janggalan, Kecamatan Kota Kudus.

Perempuan yang kini usianya mendekati kepala tujuh itu masih setia menggeluti usaha bordir.

Meski pendengarannya tidak lagi normal, dia masih menjalankan usahanya meski sebagian besar telah dibantu anaknya yang kelima, Sunaifah.

Ruchayah hanya sebagai pengarah, utamanya terkait motif dan pola bordir yang harus dikerjakan oleh anak buahnya.

Usaha bordir ichik yang dirintisnya sejak masih belia itu telah mengalami pasang surut. Dulu pernah berjaya dengan ratusan pekerja.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved