Berita Jateng
Bupati Kudus Hartopo Sebut Saat Ini Lima Pasien Covid-19 Dirawat di Ruang Isolasi
Pemerintah Kabupaten Kudus mulai waspada dengan adanya ancaman gelombang ketiga Covid-19.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus mulai waspada dengan adanya ancaman gelombang ketiga Covid-19.
Pasien Covid-19 di rumah sakit yang sebelumnya hanya satu atau dua pasien, kini sudah ada lima pasien yang dirawat di ruang isolasi.
"Hari ini ada lima (pasien di ruang isolasi).
Ada yang gejala tapi saat ini belum terdeteksi Omicron.
Tapi perlu diwaspadai karena sudah berikan warning pada kami bahwa gelombang tiga sudah muncul," ujar Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (2/1/2022).
Hartopo mengatakan, dari hasil tes sampel yang dilakukan beberapa pasien tersebut belum diketahui apakah terdeteksi varian Omicron.
Hanya saja, dia berharap besar tidak ada Omicron di Kudus.
"Sementara ini kami harus kirim(sampel) karena kami belum bisa (mendeteksi varian Omicron)," kata dia.
Selain lima pasien tersebut, kata Hartopo, tempo hari ada pasien yang dirawat di ruang isolasi meninggal dunia.
Penjelasan Hartopo, pasien tersebut memiliki komorbid.
Mendapati kasus tersebut, pihaknya langsung melakukan tracing ke beberapa orang yang kontak erat dengan pasien.
Hasilnya seluruhnya negatif.
"Jadi itu dua-duanya pasangan suami istri punya komorbid.
Usianya sudah lanjut.
Yang satu meninggal.
Memang komorbid. Komplikasi.
Tidak ada riwayat ke luar kota juga," kata dia.
Adanya ancaman gelombang ketiga Covid-19, sebelumnya Hartopo sudah mengecek sejumlah persiapan yang dilakukan oleh RSUD Loekmono Hadi dalam menghadapi ancaman lonjakan kasus aktif.
Sebagai rumah sakit rujukan utama Covid-19, RSUD Loekmono Hadi telah menyiagakan segenap ruang, peralatan medis, dan tenaganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Bupati-Kudus-HM-Hartopo-saat-mengecek-kesiapan-ruang-isolasi-RSU.jpg)