Breaking News:

Berita Semarang

Cari Minyak Goreng Harga Anjuran Pemerintah, Masih Zonk di Pasar Tradisional Semarang

Warga Kota Semarang belum menemukan minyak goreng dengan harga sesuai anjuran pemerintah di pasar tradisional. 

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Moch Anhar
TRIBUNPANTURA.COM/IWAN ARIFIANTO
Penjual martabak, Sunardi saat membeli minyak goreng curah di Pasar Karangayu, Kota Semarang, Sabtu (5/2/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Warga Kota Semarang belum menemukan minyak goreng dengan harga sesuai anjuran pemerintah di pasar tradisional. 

Terutama minyak goreng curah, sedangkan minyak goreng kemasan sempat ada tapi terhitung langka. 

Pembeli minyak goreng di Pasar Peterongan, Sri Iryaningsih mengatakan, belum mendapatkan minyak goreng dengan harga subsidi baik minyak goreng kemasan maupun curah di pasar tradisional.

Baca juga: Sempat Sepi, Isoter Rumdin Semarang Kini Mulai Ramai Kembali oleh Pasien Covid-19

Baca juga: Tingkatkan Mutu SDM, SMAN 1 Bandar Berikan Pembekalan Minat Dan Bakat Untuk Karir Siswanya

Meskipun hal itu sudah digembar-gemborkan pemerintah namun faktanya ia belum bisa memperoleh harga minyak subsidi tersebut.

"Belum dapat harga itu, di pasar masih mahal," jelasnya saat hendak membeli minyak goreng di Pasar Peterongan, Sabtu (5/2/2022).

Menurutnya, untuk mendapatkan harga minyak subsidi harus membelinya di pasar modern seperti swalayan atau minimarket.

"Pengalaman saya itu pun dibatasi setiap orang mendapatkan pembatasan pembelian maksimal dua kemasan," jelasnya.

Sementara itu, pembeli minyak goreng di Pasar Karangayu,Sunardi menyebut, tidak kesulitan mendapatkan minyak goreng untuk bahan jualannya.

"Kalau saya biasa keliling, semisal di pasar tidak ada ya beli di swalayan atau minimarket," katanya.

Pedagang martabak di Jalan Indraprasta itu mengaku, setiap hari menghabiskan 2 liter minyak goreng.

Meski tidak kesulitan mendapatkan minyak goreng, ia saat ini kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

"Terutama di pasar saya belum dapat, bagi saya harga sekarang tak masalah asal jangan langka," bebernya.

Baca juga: Tukang Kebun Bejat Asal Brebes, Pemah Dibui Kasus Sodomi, Sudah Bebas Sasar Tiga Bocil Lagi

Baca juga: Penggusuran Lokalisasi LI Pati Sisakan Eks Kafe Karaoke Permata, Berdalih Sudah Diwakafkan Ponpes

Ia mengatakan, dampak kenaikan harga minyak goreng mengurangi keuntungannya selama berjualan.

"Gak tega sama konsumen mau mengurangi ukuran maupun menaikan harga jadi ya direlakan keuntungan berkurang," jelasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved