Berita Jateng

Komik Modern Babad Banyumas Menceritakan Sosok Pemuda yang Tak Suka Sejarah

Kelompok komikus muda yang tergabung dalam Comic House Banyumas membuat serial komik Babad Banyumas.  

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas, Achmad Husein saat memberikan komik Babad Banyumas kepada Kepala RRI Purwokerto, Senin (7/2/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, PURWOKERTO - Kelompok komikus muda yang tergabung dalam Comic House Banyumas membuat serial komik Babad Banyumas.  


Tim Comic House mengerjakan komik Babad Banyumas selama kurang lebih dua bulan. 


Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan Komik Babad Banyumas menceritakan seorang anak muda yang tidak suka dengan sejarah. 


Dalam suatu momen anak muda itu menyentuh pintu bercahaya yang membuatnya terlempar ke masa lalu. 


Pemuda itu bertemu dengan sosok pendiri Banyumas, yaitu Jaka Kaiman. 


"Dia kemudian berteman dengan Jaka Kaiman dan mengikuti perkembangan Banyumas


Ini adalah gaya cerita anak muda jaman sekarang," katanya saat menjadi tamu undangan dalam acara pelepasan kepala RRI Purwokerto, Senin (7/2/2022). 


Pembuatan komik ini adalah sebagai sarana memperkenalkan sejarah secara lebih menarik. 


Bupati Banyumas bahkan juga akan kembali melaunching comic house bach kedua. 


Seperti halnya pengerjaan comic house bach pertama, komikus muda akan digandeng dengan didampingi oleh Megan Rengganis, yang merupakan animator komik terkenal yang sudah mendunia dengan karya "the withc'h heart".


"Terkait progam kegiatan ini Bapak Bupati telah melaunching karya kedua yang akan bertitel "Kamandaka," ujar Mohammad Meizar Brahmanti sebagai pich atau kordinator. 


Menurutnya dalam bach kedua ini langsung produksi, dengan melibatkan tim yang beranggotakan 20 orang  yang sebelumnya pernah membuat cerita babad Banyumas


Cerita ini dimuat dari inisiatif Bupati Banyumas yang  ingin mengangkat cerita lokal di Banyumas, selain babad Banyumas.


Cerita Kamandaka merupakan cerita asli Banyumas yang tersebar dibeberapa wilayah tidak seperti Babad Banyumas terpusat kecamatan Banyumas.


"Beliau Bapak Bupati ingin mengenalkan sejarah melalui cerita komik bergambar yang disukai anak- anak, selain bisa mengedukasi nantinya komik ini juga akan menjadi icon cindramata dari Pemerintah Kabupaten Banyumas," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved