Berita Pekalongan

13 Desa di Siwalan Pekalongan Terendam Banjir

Sebanyak 13 desa di Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terendam banjir.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Moch Anhar
Dokumentasi BPBD Kota Pekalongan
Tim gabungan mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Kota Pekalongan, Senin (07/02/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, KAJEN - Sebanyak 13 desa di Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terendam banjir.

Hal tersebut diungkapkan Camat Siwalan Siswanto, Senin (7/2/2022).

"Banjir ini disebabkan karena, satu curah hujan yang dua hari ini sangat lebat. Kemudian ketidakmampuan sistem drainase menampung air, sehingga meluap ke rumah warga. Hampir seluruh desa di kecamatan Siwalan terdampak banjir."

Baca juga: Tiga Pelaku Penjarahan Rumah Luluk di Demak Telah Mengembalikan Barang-Barang yang Diambilnya

Baca juga: Ikut Penanganan Bencana Tanah Longsor, Empat Wartawan Pekalongan Terima Penghargaan dari Kapolres

Baca juga: Kemenag Ajak Pemuda Aktif Gencarkan Toleransi Beragama di Dunia Maya

"Tidak hanya itu, di Desa Blimbingwuluh ada jembatan putus," ungkapnya.

Kemudian, untuk jumlah warga yang terdampak ini masih pendataan, kalau sampai dengan Minggu (6/2/2022) malam itu ada sekitar 4.000-an jiwa, 2.100 KK, dan 1.500 rumah terendam. Kemudian ada juga fasilitas umum yang terdampak seperti musala dan sekolah itu sekitar 30-an bangunan.

"Hari ini karena banjir makin tinggi, jadi ada pengungsi di mes Lokatex. Sampai dengan siang ini ada 75 warga. Sebagian besar warga dukuh Tugurejo, Desa Pait. Kemudian di seberang sana yakni di Yosorejo khusunya RT 1 juga ada pengungsi sekitar 25 orang," imbuhnya.

Siswanto mengatakan, di Kecamatan Siwalan banjir yang terparah ada di Desa Pait.

"Ada dua titik pengungsian yang saat ini sudah terisi yakni di Lokatex dan di seberang Lokatex. Kemudian, sebagai cadangan kami akan fungsikan kantor kecamatan sebagai posko pengungsian. Dan tadi informasinya ada juga dapur umum di desa pait," katanya.

Pihaknya menambahkan, upaya darurat yang sudah dilakukan adalah meminta kades untuk segera melaporkan kondisi-kondisi warganya.

Kalau memang ada yang perlu pengungsian, biar diteruskan informasi itu ke pihak kabupaten.

"Seperti tadi contohnya, ada yang perlu evakuasi maka kami segera undang BPBD untuk turun. Alhamdulillah sudah tertangani," tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria saat memantau tempat pengungsian banjir di Desa Pait mengatakan, bahwa hari ini tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan melakukan evakuasi sebanyak 75 warga yang terdampak banjir di Desa Pait Kecamatan Siwalan kabupaten Pekalongan.

Baca juga: Ikut Penanganan Bencana Tanah Longsor, Empat Wartawan Pekalongan Terima Penghargaan dari Kapolres

Baca juga: Kemenag Ajak Pemuda Aktif Gencarkan Toleransi Beragama di Dunia Maya

Baca juga: Tiga Pelaku Penjarahan Rumah Luluk di Demak Telah Mengembalikan Barang-Barang yang Diambilnya


"Saat ini petugas dari TNI, Polri, BPBD, maupun Pemdes dan Kecamatan melakukan pendataan masyarakat yang terevakuasi. Bagi mereka yang sakit, juga disediakan fasilitas kesehatan begitu juga dapur umum," katanya.

Pihaknya menambahkan, update terakhir yang di Desa Purwodadi, banjir berangsur surut dan masyarakat sudah kembali sejak semalam. Adapun yang lansia dan yang masih sakit masih di posko pengungsian. (*)
 

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved