Berita Pendidikan

PCI NU Inggris Gandeng RMI PBNU, Terus Kembangkan Program Mentoring IELTS untuk Santri

PCI NU Inggris Raya dan RMI PBNU akan melanjutkan program kursus Bahasa Inggris dan mentoring IELTS untuk para santri.

Penulis: Moch Anhar | Editor: Moch Anhar
PCINU INGGRIS RAYA
Penutupan Batch I program Mentoring IELTS, Kerjasama PCINU Inggris Raya / United Kingdom dan RMI PBNU secara virtual, Minggu (6/02/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, LONDON - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Inggris Raya dan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) PBNU akan melanjutkan program kursus Bahasa Inggris dan mentoring IELTS untuk para santri.

Demikian disampaikan pada penutupan Batch I program Mentoring IELTS, Kerjasama PCINU Inggris Raya/United Kingdom dan RMI PBNU, Ahad (6/02/2022).

Penutupan program mentoring IELST Batch I ini dihadiri puluhan peserta dan mentor, serta tim panitia dari PCINU Inggris Raya dan RMI PBNU.

Baca juga: Kemenag Ajak Pemuda Aktif Gencarkan Toleransi Beragama di Dunia Maya

Baca juga: 13 Desa di Siwalan Pekalongan Terendam Banjir

Baca juga: 76 Siswa dan Guru di Semarang Terpapar Covid-19 Jadi Penyebab PTM Dihentikan Sementara

Dalam rilsi tertulis yang diterima TribunPantura.com, hadir dalam agenda ini, KH. Abdul Ghaffar Rozien (Wakil Katib Syuriah PBNU, Shandy Adiguna (Ketua PCINU UK), Munawir Aziz (Sekretaris PCINU UK) serta Gus Ifan Rikhza Auladi (koordinator program IELTS), Dr Nizam Shadiq (PCINU UK), Mafthuhah (RMI PBNU) serta jajaran mentor.

KH Abdul Ghaffar Rozien menyampaikan bahwa dirinya merasa senang program ini bisa berjalan secara baik, serta memberi manfaat besar untuk para santri.

“Ini program yang dimulai dengan sangat baik, dengan niat yang baik, serta ditutup dengan baik pula. Saya berharap, program ini bisa diteruskan untuk sesi-sesi berikutnya, dan kepanitiaan tidak dibubarkan,” ungkap Gus Rozien.

Sebelumnya, Gus Rozien menyampaikan bahwa, meski dirinya tidak lagi menjadi Ketua RMI PBNU dan sekarang sebagai Wakil Katib Syuriah PBNU, akan tetapi program ini sangat penting untuk diteruskan.

“Saya sendiri akan menyampaikan ke Ketua RMI yang saat ini, agar program mentoring IELST dan program pendampingan beasiswa LPDP Santri menjadi prioritas untuk diteruskan.”

Gus Rozien mengenang dirinya yang pernah juga berjuang untuk menempuh pendidikan di Australia.

“Saya pernah juga berjuang untuk ujian IELTS. Waktu itu, kursus selama lima pekan, dan tiap pekan tiga hari mengikuti kursus. Saya belajar tiap hari untuk speaking, listening, writing dan lainnya. Saya yakin, para santri mampu untuk melewati barrier ini,” ungkap Gus Rozien, yang menyelesikan studi master di sebuah kampus bergengsi di Australia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved