Berita Demak

Tiga Pelaku Penjarahan Rumah Luluk di Demak Telah Mengembalikan Barang-Barang yang Diambilnya

Terduga pelaku penjarahan rumah Luluk Riyandhoh Kampung Stasiun, Kelurahan Bintoro Demak telah mengembalikan barang-barangnya.

TRIBUNPANTURA.COM/REZA GUSTAV
Luluk menunjukkan sebagian barang di rumahnya yang sempat dicuri dan dikembalikan oleh pelaku, Jumat (4/2/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,DEMAK - Terduga pelaku penjarahan rumah Luluk Riyandhoh Kampung Stasiun, Kelurahan Bintoro Demak telah mengembalikan barang-barangnya.

Tiga terduga pelaku merupakan korban  saudara dari Luluk  yang menjadi bos arisan online berinisial TVL yang saat ini telah ditahan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng.

Penasehat Hukum Luluk, Joko Susanto, menuturkan, ada tiga orang yang  telah mengembalikan barang-barang milik Luluk.

Baca juga: Polda Jateng Catat Terjadi Lonjakan Covid 19 Selama 4 Hari Terakhir

Baca juga: Rumah Kontrakan Mahasiswa PIP Semarang Terbakar, Seisi Kamar Hangus

Baca juga: Terungkap Tempat Kejadian Mesum Dua Pemuda Sesama Jenis di Banjarnegara, Sepi, Jauh dari Pemukiman

Barang-barang yang dijarah tersebut dikembalikan setelah kliennya melayangkan aduan ke Polres Demak.

"Tiga orang itu mengakui bahwa dalam pernyataannya masih banyak ikut mengambil barang-barang klien saya," tuturnya, Senin (7/2/2022).

Menurutnya, secara personal kliennya telah memaafkan ketiga orang itu. Namun kliennya masih terus melanjutkan proses hukum tindakan yang dilakukan ketiga korban tersebut.

"Karena diapa-apakan rumah yang dijarah milik Luluk bukan milik TVL. Sekalipun rumah TVL kalau mengambil barang-barang juga menyalahi hukum karena belum ada putusan pengadilan," tutur dia.

Menurut Joko, rumah yang dijarah dan barang diambil milik Luluk. Total kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai Rp 500 juta.

"Meski di situ ada butik milik TVL  ya tidak dibenarkan. Memang barang-barang yang di jarah di butik itu  milik TVL. Tapi khan ada perabot seperti TV, sofa, AC dan surat berharga milik Luluk dijarah meski tidak ada sangkut paut dengan TVL," jelasnya.

Pada perkara tersebut Ia juga mengidentifikasi pelaku yang mengajak para member untuk menjarah rumah kliennya.

Bahkan saat  penjarahan pihaknya juga mendapat informasi dari masyarakat sekitar bahwa pelaku penjarahan membawa mobil maupun truk yang diparkir di sekitar rumah.

"Dari informasi ada yang bawa Pajero putih, ada yang bawa truk saat terjadi penjarahan," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menuturkan dugaan penjarahan diketahui terjadi pada hari Senin (10/1/2022) lalu.

Sehari sebelum kejadian pemilik rumah sedang tidak berada di tempat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved