Kamis, 11 Juni 2026

Berita Semarang

Pemkot Semarang Targetkan Raih Kota Layak Anak Utama pada 2022

Pemerintah Kota Semarang menargetkan raih predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori utama pada 2022.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Moch Anhar
Dokumentasi Forum Media Sayang Perempuan dan Anak (SAPA) DP3A Kota Semarang
Pemerintah Kota Semarang menggelar penguatan Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Kota Semarang 2022, di Hotel Haris, Senin (21/2/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang menargetkan raih predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori utama pada 2022.

Berbagai upaya dilakukan, satu diantaranya menggelar menggelar penguatan Gugus Tugas KLA Kota Semarang 2022, di Hotel Haris, Senin (21/2/2022).

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, penguatan gugus tugas KLA ini merupakan komitmen Pemkot Semarang mewujudkan kota yang layak bagi anak-anak.

Baca juga: Viral Nama Wakil Wali Kota Tegal Masuk Daftar Penerima Bantuan Kemensos, Ini Penjelasan Jumadi

Baca juga: Melantik Dewan Kebudayaan dan Dewan Kesenian, Bupati Tegal Umi Tekan Perlunya Adanya Sikap AKT

Baca juga: Hendi Resmi Larang Peredaran Daging Anjing untuk Konsumsi di Kota Semarang

Kegiatan ini untuk mempersiapkan anak-anak menjadi pemimpin bangsa pada 2045 sebagai tahun emas bagi Indonesia. 

Menurutnya, Pemkot Semarang tak hanya menargetkan predikat KLA utama.

Pihaknya ingin mempersiapkan anak-anak menjadi generasi lebih baik, memiliki kekuatan yang lebih prima lagi, memiliki inovasi, dan kreatifitas melalui Gugus Tugas KLA ini. 

"Dengan adanya program Kota Layak Anak ini, kami ciptakan anak-anak yang mampu memiliki inovasi dan kreativitas, memiliki kemerdekaan berpikir, dan kemerdekaan bergerak. Diharapkan, mereka menjadi anak-anak sehat dan kuat untuk membawa Indonesia semakin baik lagi," paparnya. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki mengatakan, perlu sinergi antarOPD dalam gugus tugas untuk mewujudkan Semarang sebagai KLA utama. 

Pihaknya telah membentuk kelembagaan-kelembagaan dalam gugus tugas.

Kelembagaan ini berfokus pada lima klaster yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, serta perlindungan khusus yang menangani kasus KDRT perempuan dan anak. 

Baca juga: Viral Nama Wakil Wali Kota Tegal Masuk Daftar Penerima Bantuan Kemensos, Ini Penjelasan Jumadi

Baca juga: Melantik Dewan Kebudayaan dan Dewan Kesenian, Bupati Tegal Umi Tekan Perlunya Adanya Sikap AKT

Baca juga: Christian Adinata, Mahasiswa USM Jadi Penentu Kemenangan Tim Indonesia di BATC

"Misalnya, Dinas Pendidikan akan fokus mewujudkan sekolah ramah anak di semua sekolah di Semarang. Ini dibuktikan dengan deklarasi sekolah ramah anak. Begitu pula OPD lain, punya andil masing-masing mewujudkan KLA," paparnya. 

DP3A berkomitmen mewujudkan Semarang sebagai KLA utama dengan berbagai rencana aksi.

Satu diantaranya melalui program Sang Puan yang mengakomodir aspirasi dan memfasilitasi perempuan hingga tingkat kelurahan. Selain itu, percontohan kelurahan layak anak juga akan dilakukan pada 2022 ini.

Penyesuaian rencana tata ruang kota juga perlu dipikirkan agar Semarang menjadi wilayah yang ramah anak. 

"Selain itu, fasilitas ramah anak belum optimal misalnya ruang vermain ramah anak, rumah ibadah ramah anak, daycare. Jika semua terealisasi, maka predikat KLA utama bisa diraih kota Semarang," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved