Berita Semarang

Sejumlah Pedagang di Pasar Kendal Kelimpungan Cari Stok Minyak Goreng

Kebijakan mensubsidi minyak goreng oleh pemerintah kini menuai permasalahan baru bagi pedagang.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Moch Anhar
TRIBUNPANTURA.COM/FRANSISKUS ARIEL
Pedagang menjual minyak goreng dengan harga Rp 20.000 per liter di Pasar Pagi Kaliwungu, Rabu (23/2/2022). Tingginya harga yang dipatok pedagang karena modal yang cukup besar harus dikeluarkan ketika membeli stok minyak goreng dari suplayer. 

TRIBUNPANTURA.COM, KENDAL - Kebijakan mensubsidi minyak goreng oleh pemerintah kini menuai permasalahan baru bagi pedagang.

Seperti contoh di Kabupaten Kendal.

Di Pasar Pagi Kaliwungu, pedagang mengaku kelimpungan untuk mendapatkan stok minyak goreng sejak awal Februari lalu.

Bahkan, mereka harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk mendapatkan persediaan minyak goreng yang terbatas.

Baca juga: Imbas PPKM Level 4, Pengunjung Wisata Kota Tegal Dibatasi 25 Persen

Baca juga: Stok Minyak Goreng di KabupatenTegal Terpantau Tersedia, Cegah Aksi Penimbunan

Baca juga: Tak Seimbang dengan Jumlah Penduduk, Kabupaten Batang Masih Kekurangan Dokter Umum dan Spesialis 

Bukannya mendapatkan barang yang sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), pedagang justru harus menyiapkan modal lebih besar jika ingin mendapatkan stok minyak goreng.

Seperti yang dialami Ngatno, pedagang sembako di Pasar Pagi Kaliwungu.

Ngatno mengatakan, langkanya stok minyak goreng sudah terjadi sejak awal Februari 2022.

Dia baru mendapatkan stok minyak goreng hari ini, Rabu (23/2/2022) dari suplayer setelah menunggu pesanan 15 hari yang lalu.

Belum lagi, Ngatno harus menyiapkan modal lebih besar dari biasanya jika ingin mendapatkan minyak goreng, utamanya minyak goreng dengan merk Hemart.

Setiap pembelian satu karton minyak goreng, Ngatno diminta oleh suplayer untuk belanja kebutuhan lain minimal Rp 300.000.

Sehingga, ia harus mengelurkan dana Rp 500.000 agar bisa mendapatkan satu karton minyak goreng satu literan isi 12 botol.

Rp 200.000 untuk pembelian minyak goreng, sisanya Rp 300.000 untuk wajib belanja berbagai produk lain.

"Harga minyaknya saja saya beli Rp 18.000 per liter. Sudah tinggi, ditambah harus belanja apapun produk minimal Rp 300.000. Iya kalau punya dana lebih, kalau gak punya, enggak bisa dapat stok minyak goreng," katanya.

Metode tersebut, kata Ngatno, berlaku untuk kelipatannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved