Berita Tegal

Wakil Wali Kota Tegal Bingung Alasan Dinsos Sebut Namanya Jadi Penerima Bansos Sejak 2020

Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi merasa belum puas dengan hasil pertemuan Dinas Sosial Kota Tegal dengan bagian Pusat Data dan Informasi Kementeri

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Nama Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos). 

TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi merasa belum puas dengan hasil pertemuan Dinas Sosial Kota Tegal dengan bagian Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial (Kemensos).


Ia justru bertambah bingung, karena namanya disebut sudah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sejak 2020.


Terlebih ia juga disebut terdaftar dari daerah luar kota. 


Padahal ia sendiri pada 2020, sudah menjabat sebagai wakil wali kota dan sudah berdomisili di Kota Tegal. 


"Tambah bingung lagi saya. Data dari 2020, sementara 2020 kita bersama Dinsos tidak pernah menemui. Munculnya itu November 2021 kamarin," kata Jumadi saat menerima pihak Dinsos di Rumah Dinas, Kamis (24/2/2022). 


Jumadi mengatakan, perlu jawaban yang benar dan bisa mengedukasi publik. 


Bukan jawaban asal-asalan yang justru membuat bias. Jika itu kesalahan sistem, maka bisa dilacak letak kesalahannya. 


Menurut Jumadi, jika data itu sudah ada sejak 2020, mengapa tidak langsung dihapus oleh Dinsos. 


Lalu siapa yang menerima bantuan tersebut sejak 2020. 


Ia pun bersedia menemani pihak Dinsos kembali ke Kemensos untuk menanyakan lebih detail penyebabnya. 


"Bila perlu mungkin kita bareng ke Jakarta, saya ingin tahu kejelasannya. 


Publik sudah tahu dan paham tentang IT. Jadi dijawab jangan dengan jawaban yang tidak masuk akal. Malah jadi bias dan rancu," jelasnya.

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved