Berita Nasional

Begini Cara Mendapatkan Manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan BPJAMSOSTEK

Kegiatan yang dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung pengalaman pertama para peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam mengajukan manfaat JKP.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m zaenal arifin
Dok BPJS Ketenagakerjaan
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziah dalam dialog bersama peserta penerima manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziah, berdialog dengan penerima manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Dialog tersebut sebagai cara untuk memastikan implementasi Program JKP yang per 1 Februari 2022 bagi pekerja terkena PHK, sudah bisa mengajukan manfaat untuk mendapatkan uang tunai, akses informasi kerja, dan pelatihan kerja. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta, Kamis (10/3/2022), menghadirkan 10 orang perwakilan peserta yang telah mengajukan dan menerima manfaat JKP, sementara perwakilan dari wilayah lain hadir melalui virtual conference. 

Kegiatan yang dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung pengalaman pertama para peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) dalam mengajukan manfaat JKP.

Ida Fauziah mengatakan, pekerja yang telah menerima manfaat cash benefit sebanyak 125 orang dan di antara mereka sudah menerima bimbingan atau konseling untuk pasar kerja atau lowongan pekerjaan baru yang diinginkan.

Artinya juga mereka telah masuk ke manfaat kedua dari JKP yaitu akses ke pasar kerja.

Hingga saat ini sebanyak 60 orang pekerja telah mengikuti asesmen dan 11 orang mendapatkan konseling dan 28 orang lainnya telah mengajukan lamaran pekerjaan pada 5 perusahaan melalui pasker.id.

"Saya bersama Dirut BPJAMSOSTEK melakukan silaturahmi dengan penerima manfaat program JKP, baik secara offline maupun online".

"Para pekerja ini didampingi pula oleh para Kadisnaker dan Deputi Direktur BPJAMSOSTEK di sembilan provinsi Indonesia," kata Ida Fauziah, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/3/2022).

Anggoro mengatakan, infrastruktur layanan Program JKP telah siap memberikan manfaat kepada para peserta dengan syarat pekerja merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami PHK, bukan akibat habisnya kontrak kerja, meninggal dunia, cacat total tetap, atau pensiun. 

Syarat kedua, peserta BPJS Ketenagakerjaan telah memiliki masa membayar iuran paling sedikit 12 bulan dalam rentang waktu 24 bulan dan telah membayar iuran paling singkat 6 bulan berturut-turut sebelum terkena PHK.

Dan syarat ketiga, peserta harus menyatakan bahwa dirinya berkomitmen untuk bekerja kembali. 

"Para pekerja telah merasakan dua dari tiga manfaat program JKP".

"Manfaat selanjutnya akan diberikan pelatihan kerja baik skilling, upskilling maupun re-skilling," terang Anggoro.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved