Berita Slawi

Sekda Tegal Usulkan Korban Bencana Tanah Bergerak Masuk DTKS Kemensos

Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, pada pertengahan Februari lalu telah berdampak pada kerusakan.

Humas Pemkab Tegal
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono (kemeja putih berkacamata), saat meninjau rumah warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara belum lama ini. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, pada pertengahan Februari lalu telah berdampak pada kerusakan.

Kerusakan terjadi pada sejumlah rumah warga dan fasilitas umum desa, seperti kantor kepala desa dan sekolah. 

Sekda Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono, meninjau proses penanganan korban bencana dan perbaikan sarana prasarananya, belum lama ini. 

Di sini, Joko meminta pemerintah desa setempat segera mendata para korban bencana masuk ke dalam usulan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial RI. 

Alasannya, akibat kejadian tersebut, sebagian rumah warga mengalami kerusakan berat maupun sedang. 

Kondisi tersebut tentunya ada yang berdampak langsung pada menurunnya tingkat kesejahteraan warga karena rumahnya tidak layak huni lagi.

“Saya pesan, jika memang dari pihak desa membutuhkan bantuan tambahan seperti sembako, nasi bungkus, atau yang lainnya, jangan segan-segan untuk menghubungi Dinas Sosial (Dinsos),” kata Joko, dalam rilisnya, Jumat (18/3/2022). 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Jaenal Dasmin, mengungkapkan pihaknya akan menyalurkan bantuan material berupa asbes sebanyak 25 lembar, triplek sejumlah 100 lembar, paku payung 5 kilogram, paku usuk 30 kilogram, kayu 110 buah, seng 35 lembar yang selanjutnya akan dibagikan ke para korban bencana.

Adapun Kepala Desa Padasari, Mashuri, mengungkapkan kejadian bencana tanah bergerak di wilayahnya telah mengakibatkan 246 unit rumah warganya rusak. 

Dengan rincian 103 rusak ringan, 107 rusak sedang, dan 36 rusak berat.

“Selain bantuan dari pemerintah daerah, bantuan juga datang pribadi warga hingga organisasi kemasyarakatan. Bantuan yang telah kami bagikan antara lain sembako, material bangunan, dan juga uang tunai".

"Untuk material sudah kami bagikan ini semua sesuai dengan kerusakan yang dialami,” jelas Mashuri.

Mashuri mengungkapkan, bencana tanah bergerak di Desa Pandasari ini seperti siklus berkala setiap 20 tahun sekali, di mana tahun 2022 ini adalah untuk yang ketiga kalinya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved