Berita Pekalongan

Walikota Achmad Afzan Arslan Djunaid Bakal Tetapkan 12 Tokoh Pekalongan Sebagai Nama Jalan

Pemerintah Kota Pekalongan bakal menetapkan perubahan nama jalan di beberapa ruas jalan di Kota Batik.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat ngobrol bareng walikota di di Guest House Kota Pekalongan, Jum'at (25/3/2022) malam. 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan bakal menetapkan perubahan nama jalan di beberapa ruas jalan di Kota Batik.

Ada 12 ruas jalan yang namanya akan diganti, dengan nama tokoh dan pahlawan yang telah berjasa untuk Kota Pekalongan.

"Ada beberapa hal yang harus dilakukan, bagaimana mengenang para tokoh terdahulu baik dari tokoh pendidikan, ulama, dan olahragawan yang telah berjasa untuk Kota Pekalongan".

"Yang masuk kriteria yakni, yang lahir di Kota Pekalongan, atau tidak lahir di Kota Pekalongan tetapi sumbangsih beliau atau jasa beliau besar".

"Nantinya, ruas jalan tersebut akan diresmikan dalam rangkaian Hari Jadi ke-116 Kota Pekalongan," kata Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, saat ngobrol bareng walikota di Guest House Kota Pekalongan, Jum'at (25/3/2022).

Disebutkan, ada 12 jalan untuk tahap awal yang akan diresmikan.

Yakni Jalan Oto Iskandar di Nata (perubahan ejaan), Jalan Wahid Hasyim ditambahkan KH Jalan Banyurip Alit dan Banyurip Ageng diganti menjadi Jalan H Muhammad Chaeron.

Kemudian Jalan Pelita 2 diganti Jalan KH Ahmad Djunaid, jalan tembus Hos Cokroaminoto dan Dharma Bhakti menjadi Jalan KH Saelan, jalan tembus Pelita menjadi Jalan Syafi'i Abdul Majid.

Perempatan Jalan Semarang dan Patiunus menjadi Jalan Abdullah Hamid Al Hinduan, Jalan Klego di Slamaran Rusunawa menjadi Jalan Umar Saleh Al-Jufri.

Jalan Bandung perempatan Sorogenen sampai pertigaan RS Khodijah menjadi Jalan Abdul Gaffar Ismail, jalan tembus Imam Bonjol dan Hayam Wuruk menjadi Jalan KH Siroj.

Jalan tembus Asem Binatur menjadi Jalan KH Muhammad Ilyas, dan Jalan di Kalibaros sampe Duwet menjadi Jalan R Soempeno.

"Mudah-mudahan tak jadi kendala atau gejolak di masyarakat".

"Pemerintah Kota Pekalongan, tidak bisa mengubah nama jalan protokol yang menjadi kewenangan provinsi dan nasional".

"Meskipun, ini hanya Jalan kecil mudah-mudahan sejarah mereka tak hilang dan menjadi pengetahuan bagi generasi ke depannya".

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved