Berita Slawi

Beberapa Kali Terjadi Orang Tenggelam di Kabupaten Tegal, Sekda Minta Dipasang Papan Peringatan

Dalam apel gelar pasukan dan peralatan yang berlangsung di lapangan Pemda Tegal, tidak hanya berfokus pada penanggulangan

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
IST
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, sedang melakukan pencarian korban tenggelam yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Tegal. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Dalam apel gelar pasukan dan peralatan yang berlangsung di lapangan Pemda Tegal, tidak hanya berfokus pada penanggulangan bencana alam seperti banjir, longsor, tanah bergerak, dan puting beliung saja, tapi bencana yang disebabkan karena kelalaian yaitu orang tenggelam juga mendapat perhatian khusus.


Seperti yang diketahui, beberapa kali terjadi kasus orang tenggelam di wilayah Kabupaten Tegal.


Seperti kasus anak tenggelam karena sedang bermain air atau mandi di kali kemudian terbawa arus dan meninggal dunia, ada juga yang terpeleset kemudian tercebur ke kali, ada anak bermain di galian yang terdapat air cukup dalam kemudian tidak bisa berenang hingga akhirnya meninggal dunia, dan beberapa kasus lainnya.


Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono, mengimbau agar semuanya perlu meningkatkan kewaspadaan.


Tidak hanya masyarakat saja, tapi relawan juga patut untuk selalu waspada dan berhati-hati.


"Saya minta tolong kepada BPBD Kabupaten Tegal untuk memasang papan atau rambu peringatan di beberapa titik entah sungai, galian, dan lain-lain yang dirasa tempat tersebut berbahaya untuk tempat bermain, terlebih yang tidak bisa berenang ataupun upaya lainnya," ungkap Joko, pada Tribunjateng.com, Rabu (30/3/2022).


Joko mengatakan, nantinya dari BPBD Kabupaten Tegal bisa bekerja sama dengan lembaga terkait untuk melaksanakan pemasangan papan atau rambu-rambu peringatan.


Hal tersebut, sebagai salah satu upaya untuk mengurangi risiko terjadinya peristiwa orang tenggelam.


"Termasuk seperti yang terjadi di Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal beberapa waktu lalu, anak-anak bermain diatas kasur dan kasur yang dinaiki malah terbawa sampai ke tengah laut.

Inikan cukup berbahaya, sehingga kedepan diharapkan sudah ada papan imbauan atau rambu-rambu yang menjadi pertanda bahwa tempat ini rawan, atau tidak boleh untuk bermain, berenang, dan lain sebagainya," tutur Joko.


Sementara itu, menanggapi pesan dari Sekda Kabupaten Tegal terkait pemasangan papan imbauan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Jaenal Dasmin, mengaku siap dan akan segera melakukan sosialisasi terutama kepada masyarakat.


"Ya tentu akan kami tindaklanjuti, dan langkah pertama melakukan sosialisasi kepada masyarakat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved