Berita Jateng

3 Rumah Warga Desa Kutabima Cilacap Tertimbun Longsor, 215 Jiwa Terdampak

Sebanyak 215 jiwa dari 72 KK terdampak, selain itu 18 hewan ternak hilang tertimbun tanah longsor.

Dokumentasi
Bencana Tanah Longsor yang terjadi di Dusun Citulang Desa Kutabima Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (31/3/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, CILACAP - Hujan deras yang mengguyur wilayah Cimanggu, Kabupaten Cilacap, pada Kamis (31 Maret 2022) sore, menyebabkan tanah longsor di Dusun Citulang, Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu.

Sebanyak 215 jiwa dari 72 KK terdampak, selain itu 18 hewan ternak hilang tertimbun tanah longsor.

Adapun peristiwa bermula ketika Kamis (31/3/2022) terjadi hujan deras disertai petir di wilayah Desa Kutabima sejak pukul 15.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Kemudian menyebabkan tanah longsor ke arah pemukiman warga.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap hingga Jumat (1/4/2022) menemukan sebanyak 17 titik lokasi tanah longsor yang ada di RT 06, RT 09 dan RT 04 Dusun Citulang, Desa Kutabima.

Ada 3 unit rumah warga tertimbun, 2 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah rusak ringan dan 49 unit rumah terancam longsor. 

Selain itu ada 1 unit jembatan ambruk, sawah seluas 2 hektar dan perkebunan seluas 2 hektar juga turut terdampak longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, bahwa saat ini jalan desa lumpuh total dan tidak bisa dilewati kendaraan.

"Adapun kondisi mutakhir terkini jalan desa lumpuh total tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat".

"Bahkan sulit untuk dilewati dengan jalan kaki," kata Wijonardi melalui sambungan telepon, Sabtu (2/4/2022).

Selain itu jaringan listrik juga sempat padam lantaran beberapa pohon tumbang dan menimpa kabel listrik.

"Pada saat kejadian banyak pohon besar yang tumbang menimpa kabel dan putus".

"Beberapa tiang listrik roboh, sehingga listrik sempat padam, namun kemarin sore sudah kembali menyala," jelas Wijonardi.

Untuk mengantisipasi adanya bencana susulan, BPBD menghimbau masyarakat di sekitar lereng perbukitan atau tebing dan di dekat sungai agar waspada dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman jika terjadi hujan lebih dari 1 jam. 

Akses jalan ke lokasi kejadian yang sempit dan tinggi serta tikungan ekstrim, menurut Wijonardi, menjadi kendala dalam penanganan pemulihan bencana tanah longsor di Desa Kutabima.

"Akses jalan ke lokasi sempit dan tinggi, tikungan ekstrem hanya bisa untuk kendaraan kecil sehingga mobilitas alat berat sangat beresiko," imbuh Wijonardi. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved