Berita Slawi

Pemkab Tegal Kembali Luncurkan Pembayaran Retribusi Elektronik di Lima Pasar Tradisional

Pemerintah Kabupaten Tegal kembali meluncurkan pembayaran retribusi pasar secara elektronik (e-retribusi) di lima pasar tradisional.

Humas Pemkab Tegal
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Hendadi Setiaji, saat sedang mencoba pembayaran retribusi pasar secara elektronik (e-retribusi) di Pasar Pesayangan, Senin (4/4/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan kembali meluncurkan pembayaran retribusi pasar secara elektronik (e-retribusi) di lima pasar tradisional.

Peluncuran tersebut dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Hendadi Setiaji, di Pasar Pesayangan yang disiarkan secara langsung di empat pasar lainnya, Senin (4/4/2022). 

Adapun empat pasar tersebut yakni Pasar Jatilaba, Mejasem, Margasari, dan Jejeg. 

Lewat sambutan Bupati Tegal, Hendadi menyampaikan sistem penarikan retribusi secara elektronik dengan menggunakan kartu ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Non Tunai yang telah dicanangkan Bank Indonesia sejak 2014 lalu. 

Tujuannya yaitu untuk menumbuhkan kesadaran sekaligus meningkatkan penggunaan uang elektronik atau membiasakan transaksi nontunai dikalangan masyarakat, pelaku bisnis, dan lembaga pemerintah. 

"Sehingga harapannya akan terbentuk komunitas masyarakat yang lebih aktif dalam menggunakan transaksi nontunai".

"Sistem pembayaran retribusi nontunai ini juga memudahkan bapak, ibu, warga pedagang pasar melakukan pembayaran," ujar Hendadi, dalam rilis.

Sehingga, lanjutnya, para pedagang tidak perlu repot lagi setiap hari menyiapkan uang retribusi yang meskipun nominalnya kecil, tapi saat tidak ada pecahan ataupun kembalian tentunya akan merepotkan juga. 

"Bapak, ibu cukup mengisikan saldo di awal dan selanjutnya saat kartu e-retribusinya ditempelkan pada mesin pembaca".

"Maka akan berkurang secara otomatis saldonya sesuai besaran tagihan retribusi," jelas Hendadi.

Hendadi juga menghimbau kepada pedagang untuk selalu meminta bukti struk pembayaran kepada petugas. 

"Apalagi jika ada petugas yang menawarkan pembayaran tunai karena karena alasan kertas struknya habis ataupun mesin MpoS-nya rusak, jangan mau, sekalipun petugas menggantinya dengan karcis retribusi".

"Jikapun ada, itu berarti ilegal dan laporkan ke saya kalau masih menjumpai praktik ini".

"Karena sistem e-retribusi ini bapak, ibu, sudah dibangun baik dengan adanya backup ataupun pencadangan".

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved