Berita Kendal

Farid Atallah, Bocah Disabilitas Asal Brangsong Kendal Butuh Uluran Tangan: Saya Ingin Bisa Jalan

Bukan tanpa alasan, putra tunggal dari pasangan Wahyudi (40) dan Listiyani (39) ini kesulitan untuk berdiri dan berjalan.

Penulis: Saiful Masum | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Saiful Masum
Muhammad Farid Atallah (7) disabilitas asal Desa Brangsong, RT 23 RW 8 Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal membutuhkan uluran tangan untuk mengakses fasilitas kesehatan. 

Supaya sang anak bisa mendapatkan alat kesehatan ortopedi untuk meluruskan kedua kaki.

Namun, harapan itu belum juga terealisasi karena terhalang segala keterbatasan yang ada.

Dia ingin, anaknya bisa mendapatkan penanganan medis agar bisa berjalan normal di kemudian hari.

"Saya sudah coba periksakan di RSUD Kendal, namun tidak bisa dilayani dengan membawa SKTM saja."

"Harus melunasi tunggakan BPJS, sementara kami enggak ada uang."

"Saya hanya ingin, anak saya dapat penanganan medis, itu saja," harap Wahyudi.

Sang anak, Farid sangat ingin bisa berjalan normal seperti teman-teman lainnya.

Dengan itu, dia tidak lagi merepotkan ibunya untuk antar jemput sekolah setiap hari.

"Saya sekolah kelas 1, tiap hari diantar ibu. Saya ingin bisa jalan," harap Farid.

Segala keterbatasan itu, keluarga Wahyudi berharap, pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten bisa membantu meringankan beban keluarga dalam memberikan pengobatan terbaik kepada anaknya. 

Kepala Desa Brangsong, Moh Asnawi menyampaikan, pihak pemerintah desa telah mengusulkan 500 lebih program Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Pemerintah untuk masyarakat miskin dan tidak mampu.

Pihaknya akan mengecek dan mengusahakan bantuan semaksimal mungkin untuk keluarga Farid dan semua warga Barangsong yang membutuhkan bantuan. 

"Langkah desa akan kami ajukan BPJS pemerintah program PBI gratis."

"Kalau tidak bisa, akan kami usahakan agar keluarga bisa mengakses layanan kesehatan."

"Baik itu dengan SKTM, maupun dengan cara lain," katanya.

Dia berharap, masyarakat aktif menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa agar bisa dicarikan solusinya.

Supaya kebutuhan setiap warga bisa tepenuhi dengan optimal. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved