Berita Nasional

Temui Menteri Basuki, Forgasn Tanyakan Status Pegawai Non ASN di Kementerian PUPR

Mereka menanyakan status pegawai non ASN Kementerian PUPR yang telah berkontribusi membangun infrastruktur jalan dan jembatan di seluruh Indonesia.

Forgasn PUPR
Forum Pegawai Non ASN (Forgasn) menyampaikan usulan-usulan kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, sebelum peresmian Jalan Lingkar Brebes- Tegal, Rabu (13/4/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Momen peresmian Jalan Lingkar Brebes-Tegal, dimanfaatkan oleh Forum Pegawai Non ASN (Forgasn) untuk berkomunikasi langsung dengan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, pada Rabu (13/4/2022) lalu.

Mereka menanyakan terkait status pegawai non ASN di Kementerian PUPR yang telah ikut berkontribusi membangun infrastruktur jalan dan jembatan di seluruh Indonesia. 

Perwakilan Forgasn PUPR, Dwi Denny Apriliano mengatakan, ia tidak mau melewatkan momentum peresmian Jalan Lingkar Brebes-Tegal yang secara langsung dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Menteri PUPR hadir sebelum peresmian dimulai, pihaknya pun langsung mengajak berdialog. 

"Jadi kami menanyakan keberlangsungan status pegawai yang selama ini sudah berkontribusi ikut membangun infrastruktur jalan dan jembatan di seluruh Indonesia," kata Denny, Sabtu (16/4/2022). 

Denny menjelaskan, ada beberapa hal yang disampaikan Forgasn kepada Menteri PUPR. 

Pertama, meminta agar status nomor register pegawai (NRP) diganti menjadi nomor induk pegawai dan diangkat sebagai PNS. 

Kedua, meminta seleksi PPPK dengan tes formalitas dan afirmasi 100 persen untuk non PNS yang ber-NRP. 

Terakhir, menyampaikan adanya rencana aksi moral oleh seluruh non PNS PUPR. 

"Itu poin yang kami sampaikan."

"Usulan tersebut mewakili sebanyak 19 ribu anggota Forgasn PUPR yang tersebar di seluruh Indonesia," ungkapnya. 

Denny mengatakan, usulan-usulan tersebut kemarin direspon baik oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Rencananya, dari kementerian akan menjadwalkan pertemuan untuk berdiskusi dan beraudiensi. 

Dari kementerian pun, menyarankan tidak perlu melakukan aksi. 

Tetapi bisa dibahas bersama untuk mencari solusinya. 

"Jawaban Pak Menteri kemarin, akan mengajak diskusi lebih lanjut dengan Forgasn."

"Akan dijadwalkan kembali," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved