Berita Slawi

Satresnarkoba Polres Tegal Tangkap Pemuda Penjual Hexymer di Kosnya

Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Tegal mengamankan AP (25), Warga Suradadi, Kabupaten Tegal.

Dokumentasi
Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Tegal mengamankan AP (25), Warga Suradadi Kabupaten Tegal yang kedapatan memiliki obat farmasi dan alat kesehatan yang tidak memiliki perizinan berupa Tramadol HCL dan Hexymer di rumah kosnya. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Tegal mengamankan AP (25), Warga Suradadi, Kabupaten Tegal.

AP ditangkap atas kepemilikan obat farmasi dan alat kesehatan yang tidak memiliki perizinan berupa Tramadol HCL dan Hexymer. 

Hal tersebut dibenarkan Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafaat, melalui Kasatresnarkoba Polres Tegal, AKP Triyatno, Selasa (19/4/2022). 

Dijelaskan, peristiwa penangkapan berawal pada Jumat (15/4/2022) lalu pukul 20.00 WIB.

Tim Opsnal Satresnarkoba telah mendapatkan informasi dari masyarakat tentang peredaran obat-obatan keras di wilayah Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Setelah berhasil mendapatkan laporan tersebut, berselang satu hari atau Sabtu (16/4/2022) Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Tegal langsung bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP), dan mendapati seseorang di pinggir jalan raya yang diduga telah membawa narkoba jenis Hexymer dan Tramadol.

Berdasarkan keterangan, pria yang diamankan tersebut telah membeli obat-obatan dari pelaku yang berinisial AP (25) warga Suradadi, Kabupaten Tegal, di rumah kosnya.

Selanjutnya, Tim Opsnal Satresnarkoba mendatangi rumah kos pelaku yang kemudian mendapati barang bukti berupa obat Hexymer dan Tramadol. 

"Adapun barang bukti yang disita yakni uang tunai sebesar Rp 350 ribu, satu unit handphone, obat Hexymer 320 butir, dan Tramadol 165 butir," ujar AKP Triyatno

Dikatakan, setelah penggeledahan, pelaku, saksi, dan barang bukti yang disita dibawa ke kantor Satresnarkoba Polres Tegal guna pengusutan dan penyidikan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 106 ayat (1) dan ayat (2), dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.  

"Pelaku masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut, dan untuk ancaman hukumannya sendiri maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved