Berita Pendidikan

FT Unnes Pecahkan Rekor Dunia Desain Batik Pewarna Alam Limbah Mangrove Sepanjang 328,17 Meter

Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (Unnes) pecahkan rekor dunia dalam menciptakan desain batik pewarna alam dari limbah mangrove.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Amanda Rizqyana
Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (Unnes) pecahkan rekor dunia dalam menciptakan desain batik pewarna alam dari limbah mangrove sepanjang 328,17 meter di Graha Cendekia FT Unnes pada Jumat (27/5/2022) pagi oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (Unnes) pecahkan rekor dunia dalam menciptakan desain batik pewarna alam dari limbah mangrove sepanjang 328,17 meter.

Pengukuhan rekor tersebut dilaksanakan di Graha Cendekia FT Unnes oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), Jumat (27/5/2022).

Pemberian penghargaan diberikan pada Dr. Nur Qudus, M.T., IPM., Dekan FT Unnes selaku inisiator, Himpunan Mahasiswa Profesi Teknik Kimia (HMPTK) selaku Pemrakarsa dan penyelenggara, Himpunan Mahasiswa Profesi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (Himpro PKK) selaku penyelenggara, dan FT Unnes selaku pendukung.

Dr. Nur Qudus menyampaikan pemanfaatan limbah mangrove sebagai pewarna batik merupakan kolaborasi antara Program Studi Teknik Kimia dari HMPTK sebagai pembuat bahan alam dan melakukan riset dari limbah mangrove.

Bahan pewarna yang sudah diciptakan oleh mahasiswa Teknik Kimia diimplementasikan dalam bentuk desain batik oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

"Dalam proses penciptaan rekor Leprid melibatkan dosen sebagai pendamping dan HMPTK dan Himpro PKK dan berkolaborasi dalam penciptaan rekor ini," ungkapnya.

Ia menambahkan, karya batik pewarna alam diimplementasikan pada warga di Tambaklorok Kelurahan Tanjungmas Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang.

Pihaknya melibatkan dengan pemerintah daerah dan menularkan ilmu pembuatan batik pewarna alam pada masyarakat di Tambaklorok.

Pada kesempatan yang sama, Paulus Pangka selaku Ketua Umum dan Pendiri Leprid menyatakan pengukuhan rekor tersebut tercatat sebagai ke 36 oleh Unnes, baik prestasi secara nasional maupun internasional dan rekor ini dicatat dengan nomor 741.

"Merupakan pencapaian yang luar biasa dan semoga menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk berlomba dalam berprestasi," ungkapnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan limbah mangrove yang tidak dimanfaatkan di sekitar pohon mangrove.

Pemanfaatan mangrove dengan memberdayakan kaum ibu di Tambaklorok untuk diolah dan diteliti oleh HMPK dan proses membatik oleh Himpro PKK. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved