Berita Slawi

SMP di Kabupaten Tegal Sudah Terapkan PTM 100 Persen, Fatah: Tetap Prokes

Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Tegal diberikan kesempatan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

TribunPantura.com/Desta Leila Kartika
Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Alfatah 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Sudah sebulan terakhir, siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tegal diberikan kesempatan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Informasi tersebut, disampaikan oleh Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Alfatah, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/6/2022).

Kebijakan PTM 100 persen bagi siswa SMP tersebut, dikatakan Fatah menyesuaikan peraturan yang ada. 

Mengingat saat ini, Kabupaten Tegal masuk kategori pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2, sehingga PTM sudah bisa dilaksanakan 100 persen.

"Sudah sebulan yang lalu siswa jenjang pendidikan SMP di Kabupaten Tegal melaksanakan pembelajaran tatap muka 100 persen. Tapi untuk ASN atau guru nya sendiri ada pembatasan kehadiran, sehingga masih ada yang work from home (WFH)," jelas Fatah, Kamis (2/6/2022).

Pembelajaran tatap muka memang sudah 100 persen, tapi Fatah tetap memberikan peluang atau kesempatan kepada pengajar untuk menyediakan skema pembelajaran daring dan luring. 

Terlebih untuk mengejar ketertinggalan siswa selama tiga tahun terakhir yang proses belajar mengajarnya kurang maksimal. 

"Selama tiga tahun terakhir siswa banyak kehilangan momen pembelajaran yang luar biasa."

"Sehingga kami berusaha mengoptimalkan, walaupun sudah pembelajaran tatap muka atau luring, tapi belajar secara daring juga harus tetap dimanfaatkan."

"Hal tersebut bisa digunakan untuk memantau, memberikan tugas siswa baik sore atau malam hari," papar Fatah.

Meskipun PTM sudah berlangsung 100 persen, Fatah menegaskan pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

Sehingga bagi siswa yang merasa tidak enak badan, batuk, pilek, atau sakit lainnya tetap bisa memakai masker. 

Begitu juga untuk siswa yang kondisinya sehat dan ingin menjaga diri dari virus atau hal lainnya, silahkan memakai masker.

"Kami ingin membangun image bahwa kemajuan teknologi, atau pemanfaatan teknologi bisa membantu dan mulai digunakan untuk hal-hal positif."

"Intinya pembelajaran secara langsung atau luring dan pembelajaran secara online atau daring saat ini jalan beriringan," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved