Berita Slawi

Video Wabah PMK Tidak Mempengaruhi Penjualan di Peternakan Kambing Center Tegal Jelang Idul Adha

Adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak seperti sapi dan kambing terutama jelang momen Idul Adha

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: restu dwi r

Sedangkan untuk lokasi peternakannya sendiri ada di Jalan Rajawali, nomor 40, RT 03/RW 09, Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. 

Area peternakanya memiliki luas lahan 1.000 meter persegi, sedangkan yang dimanfaatkan untuk kandang kambing baru sekitar 400 meter. 

Dari luas lahan tersebut, Basir memiliki empat kandang utama masing-masing berisi 50-60 ekor kambing. Lalu ada juga kandang-kandang kecil untuk anakan kambing. 

Mengalami bongkar pasang model peternakan dari awal mula dengan cara tradisional kemudian berkembang ke peternakan yang lebih modern, atau tidak mengandalkan rumput dan bisa memanfaatkan limbah yang ada.

Adapun untuk jumlah kambing yang ada dipeternakan milik Basir, sekarang ini kurang lebih 200 ekor kambing dengan dua jenis yaitu kambing domba dan jawa. 

Basir pun membeli kambing masih di lingkungan Kabupaten Tegal saja, seperti wilayah Slawi, Jatibarang, dan Bojong. 

"Kalau bahas harga jual, di tempat kami mulai Rp 2 juta - Rp 4 juta per ekor. Nah yang membedakan harga biasanya bergantung berat atau bobot, katakan untuk harga Rp 2 jutaan bobot 23 kilogram. Sedangkan yang Rp 4 juta bobot kambing 40 kilogram keatas, ya intinya semakin besar kambing maka harga juta semakin mahal," ungkapnya.

Meskipun untuk sekarang ini Basir sudah menjual sekitar 50 ekor kambing, tapi menurutnya pembeli akan jauh lebih ramai lagi saat H-7 sebelum Idul Adha.

Tidak hanya warga lokal Kabupaten Tegal yang mencari hewan kurban, tapi para perantau juga biasanya banyak yang mencari saat H-7 Idul Adha.

"Kalau harga jual kambing biasanya setiap tahun memang mengalami kenaikan. Seperti tahun ini teman-teman peternak mengalami kenaikan harga jual Rp 100 ribu - Rp 200 ribu per ekor.

Namun kenaikan ini bukan karena imbas PMK, tapi memang sudah langganan terjadi tiap tahunnya. Ya sebagai peternak saya berharap semoga wabah PMK ini bisa segera berakhir," imbuh Basir. (dta)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved