Berita Batang

Perusahaan Kayu di Batang Ekspor Perdana Ke Amerika Serikat Setelah Masuk Industri Berikat

Sebuah perusahaan kayu lapis di Kabupaten Batang melakukan ekspor perdana ke Amerika Serikat, Jumat (17/6/2022).

Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Dina Indriani
Karyawan PT Java Wood Indonesia (JWI) menata produk kayu lapis (plywood). Perusahaan tersebut melakukan ekspor perdana sebanyak 3.800 lembar kayu lapis ke Amerika Serikat, Jumat (17/6/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Sebuah perusahaan kayu lapis di Kabupaten Batang melakukan ekspor perdana ke Amerika Serikat, Jumat (17/6/2022).

Adalah PT Java Wood Indonesia (JWI) mengekspor sebanyak 3.800 lembar kayu lapis atau plywood ke Negeri Paman Sam itu. 

Direktur PT JWI, Huang Yangjiang mengatakan nilai ekspor perdana jni mencapai 200 ribu dolar Amerika (USD).

Huang menyebut tebal plywood yang dikirim 21 milimeter dengan total plywood setara 231,8925 m3, hanya butuh seminggu untuk menyelesaikan pesanan itu. 

"Ini ekspor perdana kami, nilainya mencapai 200 ribu USD dan akan kontinyu," tuturnya.

Sebelumnya, perusahaannya hanya menyuplai barang setengah jadi ke PT Sengon Mas Indah. 

Huang mengatakan baru bisa melaksanakan ekspor setelah masuk dalam industri Berikat, status itu didapatkannya pada Januari 2022. 

"PT JWI mampu memproduksi 200-210 kontainer tiap bulan. Untuk bahan baku, kami menggunakan dari kayu lokal," imbuhnya. 

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea, dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBCTMP C) Tegal, Yudi Hendrawan menyebut banyak manfaat menjadi industri berikat diantaranya penundaan bea masuk, hingga tidak dipungut PPN bila diekspor. 

"Ekspor perdana PT JWI merupakan keberhasilan sinergi Bea Cukai dan pemerintah daerah. Artinya, PT JWI berhasil memanfaatkan fasilitas negara," tuturnya.

Lebih lanjut, di Kabupaten Batang ada empat perusahaan yang sudah masuk kawasan berikat.

"Kalau se eks Karesidenan Pekalongan mencapai 28 perusahaan," ujarnya. 

Sementara itu, Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki yakin ekspor perdana itu pertanda ada pertumbuhan geliat perekonomian.

"Apalagi kayu sengon yang berasal dari hutan rakyat hasil kerjasama swasta dengan petani, pemerintah pun terus mendukung industri dengan mempermudah perizinannya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved