Berita Jateng

2.500 Pelanggar Terjaring Selama Pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2022 di Banyumas

Satlantas Polresta Banyumas setidaknya telah menindak sekitar 2.500 pelanggar selama Operasi Patuh Candi

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Pengendara melintas di persimpangan jalan Bank Purwokerto, Senin (14/2021). Simpang ini adalah salah satu lokasi yang dipantau dengan CCTV Dinhub. 

TRIBUNPANTURA.COM, PURWOKERTO - Satlantas Polresta Banyumas setidaknya telah menindak sekitar 2.500 pelanggar selama Operasi Patuh Candi 2022 yang digelar sejak 13 Juni 2022.

Operasi Patuh Candi dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tata tertib berlalu lintas.


Kepala Satlantas Polresta Banyumas, Kompol, Bobby Anugrah Rachman mengatakan dalam pelaksanaan operasi tersebut, pihaknya tidak melaksanakan tilang secara manual, melainkan menggunakan "Electronic Traffic Law Enforcement {ETLE)".


Ia juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas menggunakan CCTV milik Dinhub yang tersebar di sejumlah titik.


"Selain kamera CCTV, kami juga memanfaatkan kamera-kamera dari anggota yang sudah bisa langsung melakukan penilangan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (20/6/2022). 


Kasatlantas Kompol Bobby Anugrah Rachman mengatakan berdasarkan data sementara pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2022 dari 13 hingga 20 Juni 2022 pihaknya telah menindak 2.500 pelanggaran. 


Operasi Patuh candi sendiri akan dilaksanakan hingga 26 Juni 2022.


Menurut dia, pelanggaran tersebut didominasi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, melawan arus, dan knalpot "brong" atau bising.


"Kami tindak dengan menggunakan e-tilang kecuali yang knalpot 'brong' karena kalau menggunakan ETLE tidak bisa kelihatan. 


Kami juga menggunakan aplikasi 'Mobile Sigap', yakni anggota memotret pelanggar dengan menggunakan kamera 'handphone' yang sudah ada aplikasi 'Mobile Sigap'," ungkapnya. 


Terkait dengan adanya informasi pengendara sepeda motor yang menggunakan sandal jepit akan ditilang, dia memastikan hal itu keliru dan tidak benar. 


"Kami dari Kepolisian, khususnya dari Korlantas hanya mengimbau pengendara sepeda motor untuk tidak menggunakan sandal jepit demi keselamatan dan kesehatan kaki pengendara sepeda motor itu sendiri," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved