PLN UIP JBT

PLN UIP JBT Berikan Bantuan TJSL untuk Pengembangan Bank Sampah Taruna Karya Mekarsari

Pembentukan Bank Sampah TKM berawal dari harapan pemuda Desa Mekarsari untuk dapat berperan dalam mengatasi permasalahan lingkungan di daerahnya.

Editor: editorbiznis
Istimewa
Bank Sampah Taruna Karya Mekarsari (TKM) yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. 

TRIBUNPANTURA.COM - Purwakarta - PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) memberikan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli senilai Rp 100 juta kepada Bank Sampah Taruna Karya Mekarsari (TKM) yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Bantuan yang diberikan ialah bantuan peralatan pengelolaan sampah seperti kompor pembakaran sampah permanen, gerobak sampah, gedung pengelolaan sampah, timbangan dan berbagai peralatan pengelolaan sampah lainnya.

Djarot Hutabri EBS, General Manager PLN UIP JBT menyebutkan bahwa bantuan TJSL bertajuk PLN Peduli ini merupakan upaya pemberdayaan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dalam menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s) Nomor 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

“Kami melihat Bank Sampah TKM memiliki andil yang sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Melalui bantuan peralatan pengelolaan sampah ini, kami ingin mendukung peran aktif pemuda Desa Mekarsari untuk mengelola daerahnya tidak hanya dari sisi lingkungan, namun juga dari sisi peningkatan ekonomi dan SDM yang mandiri dan kreatif,” ujar Djarot.

Bank Sampah TKM sendiri telah beroperasi selama kurang lebih 1 tahun. Pembentukan Bank Sampah TKM berawal dari harapan pemuda Desa Mekarsari untuk dapat berperan dalam mengatasi permasalahan lingkungan di daerahnya. Ketua Bank Sampah TKM, Yudiana menjelaskan bahwa terbentuknya Bank Sampah TKM dilatarbelakangi dari banyaknya sampah masyarakat di Desa Mekarsari yang mayoritas adalah sampah rumah tangga. “Sampah yang terkumpul kebanyakan adalah sampah rumah tangga yang memiliki nilai jual lebih, sehingga bisa didaur ulang ataupun dijual lagi. Kami yakin dengan keterlibatan aktif dan gotong royong dari seluruh warga Desa Mekarsari, maka akan terwujud lingkungan desa yang semakin bersih, sehat dan tertata rapi.” ungkap Yudiana.

Dirinya menambahkan bahwa lokasi Tempat Penampungan Sampah (TPS) terdekat memiliki jarak yang cukup jauh dari pemukiman warga serta akses yang sulit dijangkau oleh armada pengangkutan sampah TPA oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat juga turut menambah motivasi pemuda Desa Mekarsari untuk bergerak aktif di bawah komunitas Bank Sampah TKM.

Meski masih relatif baru, Bank Sampah TKM dinilai cukup aktif dan terus berkembang. Dengan peranan 20 anggota pemuda Desa Mekarsari, saat ini Bank Sampah TKM telah memiliki 160 nasabah yang terdiri dari 110 nasabah sampah anorganik dan 50 nasabah sampah organik. Bank Sampah TKM dapat mengumpulkan sampah sebanyak 500 kilogram (kg) per 2 minggu untuk sampah anorganik serta sampah organik yang diolah kembali menjadi pupuk hingga 600 kg per minggunya.

Nasabah Bank Sampah TKM adalah warga Desa Mekarsari. Setiap nasabah mengantarkan sampah secara mandiri dan menabung sampah sesuai dengan berat dan kesepakatan harga sampah yang berlaku di Bank Sampah TKM. Selain didaur ulang menjadi barang-barang yang lebih bermanfaat, sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, besi, juga dapat dijual kembali oleh pihak lain yang telah bekerjasama dengan Bank Sampah TKM. Sementara itu, sampah residu yang tidak dapat diolah kembali akan dipilah dan dibakar.

“Kami bersyukur atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh PLN untuk mendukung misi Bank Sampah TKM dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat di Desa Mekarsari. Tentunya dengan bantuan ini kami berharap kegiatan bank sampah TKM dapat semakin aktif dan bermanfaat bagi sekitar, tidak hanya dari sisi lingkungan namun juga dalam hal peningkatan ekonomi,” ujar Yudiana. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved