Berita Slawi

Sidang Perdana Kasus Mutilasi Organ Vital di Jatimulya Tegal, Keluarga Ingin Pelaku Dihukum Mati

Sidang perdana dilakukan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum secara daring.

TribunPantura.com/Desta Laila Kartika
Penasehat hukum pihak keluarga korban, Azis Iswanto SH (kanan), mendampingi suami korban mutilasi, Wage (kiri), setelah sidang perdana yang berlangsung di Pengadilan Negeri Slawi Kelas 1B, Senin (27/6/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Masih ingat penemuan mayat seorang wanita di area persawahan Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal dengan kondisi sangat mengenaskan karena termutilasi di bagian organ vital awat Maret 2022 lalu?

Saat ini kasusnya sudah masuk tahap persidangan perdana.

Berlangsung di ruang sidang 1 Pengadilan Negeri Slawi Kelas 1B, Senin (27/6/2022), pada sidang perdana kali ini dilakukan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum secara daring.

Penasehat hukum keluarga korban, Azis Iswanto SH, mengungkapkan inti dakwaan yang disampaikan oleh jaksa penuntut umum yaitu pelaku didakwa telah melanggar pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Baca juga: CVT Sepeda Motor Matik Berisik dan Loyo di Awal, Begini Cara Mengatasinya

"Jujur kami dari pihak keluarga merasa kecewa dan keberatan dengan dakwaan 15 tahun penjara ini, terlebih jika melihat apa yang dilakukan oleh terdakwa."

"Tapi karena sudah menjadi hak prerogatif jaksa penuntut umum, maka kami menghargai apa yang sudah dibacakan dalam dakwaan tersebut," ungkap Azis, Senin (27/6/2022).

Sementara untuk sidang selanjutnya, lanjut Azis, karena tertunda maka akan dilaksanakan kembali pada Senin (4/7/2022) mendatang.

Sedangkan untuk agenda minggu depan atau sidang selanjutnya, pihak keluarga akan menghadirkan saksi-saksi kurang lebih sebanyak 15 orang.

Baca juga: Jateng Terima 75 Ribu Vaksin PMK, Ganjar: Pekan Ini Disuntikkan Semua

Adapun para saksi ini, merupakan orang-orang yang mengetahui adanya peristiwa pembunuhan keji yang menewaskan Kasni.

"Kalau dilihat dari peristiwa ini, sebetulnya ada dakwaan tambahan dijodohkan dengan pasal yang lain."

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved