Berita Slawi

Sidang Perdana Kasus Mutilasi Organ Vital di Jatimulya Tegal, Keluarga Ingin Pelaku Dihukum Mati

Sidang perdana dilakukan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum secara daring.

TribunPantura.com/Desta Laila Kartika
Penasehat hukum pihak keluarga korban, Azis Iswanto SH (kanan), mendampingi suami korban mutilasi, Wage (kiri), setelah sidang perdana yang berlangsung di Pengadilan Negeri Slawi Kelas 1B, Senin (27/6/2022). 

"Istri saya kesehariannya bekerja sebagai petani."

"Saya juga tidak kenal dengan pelaku, sama sekali belum pernah bertemu sekalipun."

"Kalau saya sebagai suami ya ingin pelaku dihukum mati, setimpal dengan perbuatannya," tegas Wage.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Ini Persiapan yang Dilakukan Pemkab Tegal

Masih di lokasi yang sama, salah satu saudara korban yang ikut mendampingi, Ratono, dengan amarah yang menggebu menuturkan bahwa pihak keluarga sudah jelas menginginkan pelaku dihukum mati.

Kenapa pihak keluarga sampai "ngotot" ingin pelaku dihukum mati, karena mengingat apa yang sudah dilakukan pelaku kepada korban.

Terlebih, Ratono juga salah satu saksi mata yang menemukan mayat korban pertama kali bersama Wage.

Ia juga yang membawa, mengangkat mayat korban dari area persawahan menuju rumah duka.

Baca juga: 162 Calon Jemaah Haji Asal Kota Pekalongan Masuk Kloter Sapi Jagad

Otomatis Ratono juga yang pertama kali melihat bagaimana kondisi mayat korban saat ditemukan.

"Melihat perbuatan pelaku kepada korban yang secara keji melukai, memutilasi bagian-bagian vital, maka secara tegas kami mengatakan tidak puas dengan dakwaan 15 tahun penjara ini, karena kami inginnya pelaku dihukum mati."

"Kami juga meminta, saat sidang selanjutnya terdakwa dihadirkan secara langsung," jelas Ratono.

Ratono bahkan menyebut, siapapun yang melihat luka yang dialami korban, pasti akan sependapat bahwa hukuman 15 tahun penjara ini sangat tidak adil dan tidak setimpal.

Baca juga: Vaksinasi PMK Perdana di Jepara Sasar 160 Ekor Ternak Sapi

"Intinya kami dari pihak keluarga korban, berharap terdakwa atau pelaku ini tidak dihukum 15 tahun penjara, tapi harus mendapat hukuman setimpal yaitu hukuman mati," tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Tegal berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis dengan kondisi kedua payudara dan alat kelamin korbannya terpotong di area persawahan Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu.

Diketahui identitas korban bernama Kasni (59), warga Desa Jatimulya, RT 06/RW 02, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved