Berita Kendal

Satreskrim Polres Kendal Bekuk 3 Tersangka Pembobol Toko, 2 orang dari Batang

Satreskrim Polres Kendal mengamankan tiga tersangka pembobol sebuah toko di Desa Ngampel Wetan, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal.

Penulis: Saiful Masum | Editor: m zaenal arifin
Dok Polsek
Ilustrasi - Pelaku pencurian. 

TRIBUNPANTURA.COM, KENDAL - Satreskrim Polres Kendal mengamankan tiga tersangka pembobol sebuah toko di Desa Ngampel Wetan, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal.

Dua di antaranya berasal dari Kabupaten Batang bernama Hanafi (33) warga Timbang, Kecamatan Banyuputih, dan Mudiyono (37) warga Kalangsono, Kecamatan Banyuputih.

Seorang tersangka lainnya adalah Yulisdian Eko Setyawan (33) warga Penyangkringan, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Daniel Artasasta Tambunan mengungkapkan, kejadian pembobolan sebuah toko tersebut terjadi pada waktu dini hari pekan lalu.

Baca juga: Warga Karimunjawa Terima Bantuan Alat USG dari Pemprov Jateng

Katanya, saat toko milik Muhammad Iwan sudah tutup, datang tiga tersangka dengan mengendarai sebuah mobil.

AKP Daniel mengatakan, aksi pencurian dengan pemberatan itu sempat diketahui oleh warga sekitar. 

Namun, ketiga tersangka melakukan pencurian dengan cepat, sehingga tidak bisa dicegah. 

"Tersangka merusak gembok yang berada di pintu toko memakai kunci yang berbentuk huruf L. Kemudian membawa kabur sejumlah barang," terangnya, Selasa (28/6/2022).

Baca juga: 2.049 Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Rokok di Batang Bakal Terima BLT

AKP Daniel menjelaskan, hasil penyelidikan didapatkan bahwa ketiga tersangka membawa kabur puluhan bungkus rokok berbagai merk dengan total kerugian mencapai Rp 10 juta.

Kata dia, tersangka mengaku sudah menjual sebagian rokok curian untuk membayar hutang. Sebagian lainnya dikonsumsi bersama. 

Dua tersangka Hanafi dan Yulisdian berhasil diamankan Resmob Polres Kendal dan Unit Reskrim Polsek Pegandon di Desa Condong Kecamatan Weleri.

Baca juga: Bupati Pekalongan Fadia Minta Guru dan Sekolah Dukung Siswa Tak Mampu Bisa Bersekolah

Sedangkan tersangka Mudiyono berhasil diamankan di rumahnya di Desa Kalangsono selang beberapa jam setelah penangkapan pertama. 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 4 dan 5 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved