Hukum dan Kriminal

Kejari Kota Semarang Berhasil Menangkap Buronan Kasus Penggelapan, Korban Minta Hukuman Maksimal

Kasus ini bermula ketika tersangka meminjam satu unit mobil kepada korban, sekitar Mei 2021 lalu untuk keperluan operasional.

Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Kuasa Hukum pelapor/korban, Azis Zein saat menunjukkan surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan dari kepolisian. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang berhasil menangkap buronan tersangka kasus dugaan tindak pidana penggelapan, Maria Ida Ariyani.

Tersangka saat ini telah ditahan Kejari Kota Semarang untuk menjalani persidangan atas kasus yang menjeratnya.

"Ya, benar demikian. Langsung kami lakukan penahanan," kata Kasi Intel Kejari Kota Semarang, Iman Khilman, saat dikonfirmasi melalui telepon dan aplikasi whatsapp, Kamis (30/6/2022).

Sementara itu, Kuasa Hukum pelapor/korban dari "Law Office Azis Zein and Partners", Azis Zein menyatakan, kasus ini bermula ketika tersangka meminjam satu unit mobil kepada korban, sekitar Mei 2021 lalu untuk keperluan operasional.

Baca juga: BNN Kota Tegal Lakukan Pemusnahan Barang Bukti, Ada Handphone dan Obat-obatan Terlarang

Korban mengaku kenal terhadap tersangka. Karena itu, ia tak menyangka mobil jenis datsun miliknya bakal dibawa lari oleh tersangka.

"Kebetulan BPKB juga turut dipinjamkan, dibuktikan dengan tanda terima yang dibuatkan klien kami. Janjinya dikembalikan dalam hitungan hari, namun tetap tak kunjung dikembalikan, sehingga kami terpaksa lapor ke polisi," kata Azis.

Pihaknya akhirnya resmi melaporkan perkara ini ke Polrestabes Semarang pada 30 September 2021. Laporan tercatat atau tergister dengan nomor perkara LP/B/422/IX/2021/SPKT/Polrestabes Semarang/Polda Jateng. Terlapor disangkakan Pasal 372 dan 378 KUHP.

Baca juga: Warga 172 Desa di Kabupaten Batang Masih Buang Air Besar Sembarangan

"Sebetulnya tersangka ini diduga terlibat dalam perkara tindak pidana lain. Ini dibuktikan dengan sejumlah laporan dari korban/pelapor lain yang berbeda-beda di kepolisian," ungkapnya.

Perkara ini kemudian naik ke tingkat penyidikan. Penyidik kepolisian kemudian menetapkan terlapor menjadi tersangka. Pada Maret 2022 berkas perkara dinyatakan lengkap, dan dilimpahkan ke Kejari Kota Semarang.

Selang beberapa waktu, pihak kejaksaan meminta kepolisian untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti. Saat itulah, tersangka kemudian kabur dan tertangkap pada Kamis (30/6/2022).

Menanggapi penangkapan tersangka ini, pihak korban berharap agar kasus ini ditangani secara profesional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Legislator PDI Perjuangan Jateng Ini Beri Bantuan Kursi Roda ke Penyandang Disabilitas

"Mewakili korban tentu kami berharap tersangka bisa dihukum maksimal. Agar kasus ini tidak terulang dan bisa memberikan efek jera, sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat," ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebelum ini tersangka juga terlibat dalam perkara tindak pidana penipuan. Perkaranya sampai pada ranah pengadilan dengan nomor perkara 551/Pid.B/2020/Pengadilan Negeri Semarang.

Pada April 2021 lalu, ia divonis Pengadilan Negeri (PN) Semarang dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun, meski terdakwa kemudian menempuh upaya hukum lanjutan berupa kasasi. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved