Berita Semarang

Masih Ada 6 Ribuan Rumah Tak Layak Huni di Kota Semarang, Ini yang Dilakukan Pemkot

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mencatat masih ada sekitar 6.000 rumah tidak layak huni (RTLH).

Dokumentasi
Ilustrasi - Rumah tak layak huni di RW 1 Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mencatat masih ada sekitar 6.000 rumah tidak layak huni (RTLH) di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Perbaikan RTLH diupayakan oleh Pemerintah Kota Semarang secara bertahap.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali mengatakan, jumlah RTLH di Kota Lunpia mencapai 13 ribu unit.

Data tersebut berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan pada 2020 lalu.

Baca juga: Didukung Ganjar, Siswi SMK Pekalongan Siap Tantang Wali Kota Aaf

Saat ini, angka RTLH sudah berangsur menurun yakni masih tersisa sekitar 6.000 unit rumah.

"Kelihatannya terakhir itu ada 13 ribu unit rumah, itu tahun 2020. Itu sudah kami tangani 7000an. Kami ingin sisanya secepatnya bisa segera tertangani," terang Ali, Senin (4/7/2022).

Ali menyampaikan, hampir seluruh kecamatan terdapat rumah tidak layak huni.

Dari 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang, ada satu kecamatan yang tidak ada program RTLH yakni Kecamatan Gajahmungkur.

Baca juga: Ditanya Soal Pilpres 2024, Sandiaga Uno Tersenyum Manis: Fokus Perbaiki Ekonomi Dulu

"Kalau rumah tidak layak huni sampai sekarang belum ada laporan di Gajahmungkur. Kalau Gajahmungkur ini lebih ke perbaikan jalan, pengaspalan, atau perbaikan infrastruktur lain," bebernya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, paket RTLH pada 2022 ini sebanyak 700 unit.

Jumlah perbaikan RTLH bisa bertambah jika dalam perjalanan waktu ada perintah Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat blusukan ke kampunga-kampung dan menemukan rumah yang tidak layak huni.

Disperkim juga melakukan upaya perbaikan rumah yang terdampak bencana.

Baca juga: Sholawatan Panser Biru dan Snex Jadi Berkah Lolosnya PSIS ke Semifinal Piala Presiden 2022

Perbaikan yang tidak masuk paket dikerjakan menggunakan anggaran pemeliharaan.

"Tahun ini kurang lebih 700 rumah. Itu yg paket. Belum yang mendadak-mendadak lewat pemeliharaan juga kita amenyediakan, misal Pak Wali jalan sehat, lihat ada rumah kurang ayak huni, segera kami lakukan perbaikan," jelasnya.

Hingga saat ini, Ali menyebut, program RTLH 2022 sudah berjalan lebih dari 50 persen.

Program RTLH ini menampung dari hasil studi kelayakan, usulan masyarakat, pokok pikiran (pokir) dewan. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved